Gedung Fakultas Ushuluddin, BERITA UIN Online— 30 mahasiswa University of Marburg atau Philipps-Universität Marburg, Jerman, dijadwalkan mengikuti perkuliahan di Fakultas Ushuluddin, UIN Jakarta. Rencananya, ke-30 mahasiswa ini mulai mengikuti perkuliahan pada Juli 2018 mendatang. Fakultas Ushuluddin sengaja dipilih University of Marburg dalam mengenalkan ajaran dan masyarakat Islam kepada mahasiswanya.

Demikian disampaikan Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. Masri Mansoer M.Ag, di sela-sela rapat dosen fakultas di Gedung Fakultas Ushuluddin, Kamis (18/01/2018). “Insya Allah 30 mahasiswa University of Marburg akan datang ke Indonesia dan mengikut perkuliahan di Fakultas Ushuluddin,” tandasnya.

Masri menambahkan, ke-30 mahasiswa ini nantinya akan mengikuti perkuliahan Studi Islam. Selain itu, mereka juga akan menggelar diskusi bersama dosen dan mahasiswa selain melakukan kunjungan ke berbagai lokasi guna mengenal Islam dan masyarakat Muslim Indonesia secara lebih dekat. “Sekurangnya, tiga minggu mereka akan belajar di sini,” paparnya lagi.

Dosen Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Dr. Amin Nurdin MA, menambahkan kedatangan 30 mahasiswa University of Marburg merupakan kelanjutan dari ikhtiar kerjasama antara UIN Jakarta dan University of Marburg. Ikhtiar kerjasama sendiri telah diinisiasi dengan keikutsertaan Amin sebagai peserta research fellowship ke universitas tersebut pada 2016 lalu.

“Alhamdulillah, ini merupakan kelanjutan inisiasi kerjasama tahun lalu. Semoga melalui program ini, kita bisa mengenalkan Islam dan UIN Jakarta ke masyarakat Eropa secara lebih luas,” paparnya.

Amin menambahkan, kedatangan 30 mahasiswa Jerman ini sekaligus merupakan peluang bagi kalangan dosen UIN Jakarta untuk melakukan riset di kampus tersebut. Menurutnya, University Marburg merupakan salah satu kampus terbaik di Jerman yang menyediakan fasilitas riset sangat baik untuk bidang keilmuan sains dan humaniora.

Diketahui, University of Marburg merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Jerman. Universitas ini didirikan sejak 1527 M. Awalnya, universitas ini dikenal sebagai salah satu pusat keilmuan di bidang sains. Belakangan, universitas juga memfasilitasi pengembangan riset sosial seperti kajian masyarakat dan politik Timur Tengah, bahkan mengembangkan kajian disiplin psikologi.(farah nh/yuni nk/zm)