Auditorium Utama, BERITA UIN Online— Mahasiswa dituntut memiliki kesadaran dalam memajukan sektor kemaritiman nasional. Selain sebagai salah satu tulang punggung perekonomian, sektor kemaritiman menjadi aspek penting dalam mempertahankan kedaulatan nasional.

Demikian simpulan Seminar Nasional Kemaritiman dan Kebangsaan : Prospek, Peluang dan Tantangan yang diselenggarakan Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam FAH UIN Jakarta di Auditorium Utama, Rabu (28/10). Hadir sebagai narasumber, Staff Ahli Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr Ahmad Pramono, Sekjen KIARA Reza Damanik, dan Dr Hilman Farid MA.

Dalam paparannya, Pramono mengungkapkan, sektor ekonomi maritim mencakup bidang Perikanan, Jasa Kelautan, Wisata Bahari, Transportasi laut, Energi dan Sumber Daya Mineral, Industri Kemaritiman. “Sektor-sektor ini menyediakan nilai ekonomis yang tinggi,” ujar Pramono.

Sektor perikanan, Hilman mengatakan, merupakan salah satu bidang dengan potensi ekonomi cukup besar. Ini terutama berada di kawasan timur Indonesia. “Namun sayangnya, industri pengolahan ikan di kawasan ini hanya 6% saja yang terurus,” ungkapnya.

Tentang pentingnya sektor maritim di kawasan Timur Indonesia dibenarkan Riza. Menurutnya, kawasan timur Indonesia menyediakan potensi ekonomi lebih besar. “Kita tidak mungkin lagi selalu berdiam diri. Kita harus perhatikan daerah Timur,” tandasnya.

Ditambahkan Riza, pembangunan kawasan Indonesia di sektor maritim harus merata. Karena daerah kemaritiman pun sangat menjanjikan ketika kita perhatikan.

Dekan FAH Prof Dr Sukron Kamil MA yang membuka kegiatan menambahkan, mahasiswa harus memiliki kesadaran pembangunan sektor maritim. Sebagai generasi muda, mahasiswa mewarisi tanggungjawab besar dalam pengelolaan sektor ini.

Kontributor: Syarifaeni Fahdiah

Share This