Mahasiswa Harus Peduli Dampak Globaliasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Ruang Teater Fidikom, UIN Online – Mahasiswa diingatkan agar peduli terhadap berbagai isu mengenai perkembangan globalisasi. Salah satunya perubahan iklim yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan.

Hal itu ditegaskan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng saat membuka dialog pra temu BEM nasional di Ruang Teater Prof Dr Aqib Suminto Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom), Selasa (26/7). Acara yang digelar BEM UIN Jakarta bertajuk “Rekonstruksi Paradigma Gerakan Mahasiswa dalam Menghadapi Era Globalisasi” ini dihadiri Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komarudin Hidayat, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Oesman Sapta Odang dan sejumlah mahasiswa perwakilan BEM se-Indonesia.

“Perubahan iklim yang tak semestinya, misalnya musim hujan di saat musim kemarau, akan menyebabkan berbagai dampak yang serius seperti melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok yang meresahkan masyarakat,” katanya.

Selain itu, lanjut Andi, masalah globalisasi bukan hanya perubahan iklim, tetapi dituntut juga untuk mempersiapkan diri menghadapinya. ”Dalam menghadapi globalisasi, kita jangan asal nyelonong, tetapi bagaimana caranya kita mempersiapkan diri menjadi pemenang globalisasi. Jika tidak, maka karakter kebangsaan kita akan hilang,” jelasnya.

Andi juga mengatakan perlu memperkuat ciri khas kebangsaan dalam menghadapi globalisasi tersebut. Caranya dengan menguasai bahasa daerah, paling tidak tiga bahasa. Bahkan, yang paling penting, bahasa nasional juga harus dijaga dan dibudayakan sebaik mungkin. “Kita boleh mengglobal tetapi kita harus tetap punya rumah yaitu Indonesia,” paparnya.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Taufiq Akbar, pertemuan BEM nasional rencananya akan membahas bebagai isu mengenai perkembangan BEM di seluruh Indonesia. “Agenda lengkapnya akan dibahas besok di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sedangkan lokasi pertemuan BEM nasional rencananya akan digelar di dua lokasi, yakni Lombok dan Bali,” ujarnya.

 

 

Mahasiswa Harus Peduli Dampak Globaliasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Ruang Teater Fidikom, UIN Online – Mahasiswa diingatkan agar peduli terhadap berbagai isu mengenai perkembangan globalisasi. Salah satunya perubahan iklim yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan.

Hal itu ditegaskan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng saat membuka dialog pra temu BEM nasional di Ruang Teater Prof Dr Aqib Suminto Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom), Selasa (26/7). Acara yang digelar BEM UIN Jakarta bertajuk “Rekonstruksi Paradigma Gerakan Mahasiswa dalam Menghadapi Era Globalisasi” ini dihadiri Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komarudin Hidayat, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Oesman Sapta Odang dan sejumlah mahasiswa perwakilan BEM se-Indonesia.

“Perubahan iklim yang tak semestinya, misalnya musim hujan di saat musim kemarau, akan menyebabkan berbagai dampak yang serius seperti melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok yang meresahkan masyarakat,” katanya.

Selain itu, lanjut Andi, masalah globalisasi bukan hanya perubahan iklim, tetapi dituntut juga untuk mempersiapkan diri menghadapinya. ”Dalam menghadapi globalisasi, kita jangan asal nyelonong, tetapi bagaimana caranya kita mempersiapkan diri menjadi pemenang globalisasi. Jika tidak, maka karakter kebangsaan kita akan hilang,” jelasnya.

Andi juga mengatakan perlu memperkuat ciri khas kebangsaan dalam menghadapi globalisasi tersebut. Caranya dengan menguasai bahasa daerah, paling tidak tiga bahasa. Bahkan, yang paling penting, bahasa nasional juga harus dijaga dan dibudayakan sebaik mungkin. “Kita boleh mengglobal tetapi kita harus tetap punya rumah yaitu Indonesia,” paparnya.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Taufiq Akbar, pertemuan BEM nasional rencananya akan membahas bebagai isu mengenai perkembangan BEM di seluruh Indonesia. “Agenda lengkapnya akan dibahas besok di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sedangkan lokasi pertemuan BEM nasional rencananya akan digelar di dua lokasi, yakni Lombok dan Bali,” ujarnya.