Mahasiswa Galang Dana untuk Palestina

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Mohammad Yamin

Kampus I, UIN Online – Kebrutalan tentara Israel kepada relawan Freedom Flotilla To Gaza yang menumpang Kapal Mavi Marmara beberapa waktu lalu mengundang simpati berbagai kalangan, tak terkecuali mahasiswa UIN Jakarta yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid. Mereka menggalang dana solidaritas untuk Palestina One Man One Rupiah to Save Palestine, di Kampus I UIN Jakarta, Selasa (8/6).

Pengurus LDK Syahid, Rasyid Trisandi  mengatakan,  aksi yang digalang LDK merupakan bentuk solidaritas atas kebiadaban tentara Israel terhadap warga muslim di Palestina. “Ini bentuk keprihatinan dan solidaritas kami sebagai sesama muslim, seperti diajarkan Rosulullah SAW, kita harus membantu muslim yang lain. Kami mengajak mahasiswa untuk bersedekah,” katanya.

Penggalangan dana dilakukan dengan cara menempatkan beberapa kotak tromol di berbagai sudut di fakultas. Selasa (8/6) lalu, penggalangan dilakukan di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).  Sepanjang empat hari ke depan, rencananya LDK juga akan menggalang dana di fakultas lain. Dana yang  terkumpul akan disalurkan melalui Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina(KISPA).

“Ini merupakan aksi lanjutan dari beberapa aksi LDK sebelumnya. Puncak aksi akan kami lakukan pada Jumat depan dengan menghadirkan beberapa narasumber dari KISPA. Kami juga akan menyerahkan dana yang berhasil dikumpulkan dan mengajak mahasiswa yang ingin menjadi relawan di Palestia,” katanya Rasyid.

Mahasiswa Galang Dana untuk Palestina

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Mohammad Yamin

Kampus I, UIN Online – Kebrutalan tentara Israel kepada relawan Freedom Flotilla To Gaza yang menumpang Kapal Mavi Marmara beberapa waktu lalu mengundang simpati berbagai kalangan, tak terkecuali mahasiswa UIN Jakarta yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid. Mereka menggalang dana solidaritas untuk Palestina One Man One Rupiah to Save Palestine, di Kampus I UIN Jakarta, Selasa (8/6).

Pengurus LDK Syahid, Rasyid Trisandi  mengatakan,  aksi yang digalang LDK merupakan bentuk solidaritas atas kebiadaban tentara Israel terhadap warga muslim di Palestina. “Ini bentuk keprihatinan dan solidaritas kami sebagai sesama muslim, seperti diajarkan Rosulullah SAW, kita harus membantu muslim yang lain. Kami mengajak mahasiswa untuk bersedekah,” katanya.

Penggalangan dana dilakukan dengan cara menempatkan beberapa kotak tromol di berbagai sudut di fakultas. Selasa (8/6) lalu, penggalangan dilakukan di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).  Sepanjang empat hari ke depan, rencananya LDK juga akan menggalang dana di fakultas lain. Dana yang  terkumpul akan disalurkan melalui Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina(KISPA).

“Ini merupakan aksi lanjutan dari beberapa aksi LDK sebelumnya. Puncak aksi akan kami lakukan pada Jumat depan dengan menghadirkan beberapa narasumber dari KISPA. Kami juga akan menyerahkan dana yang berhasil dikumpulkan dan mengajak mahasiswa yang ingin menjadi relawan di Palestia,” katanya Rasyid.

Mahasiswa Galang Dana untuk Palestina

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah

Kampus I,
UINJKT Online – Tragedi kemanusiaan yang menimpa ribuan warga Palestina mengundang simpati jutaan rakyat di dunia. Kini, giliran mahasiswa UIN Jakarta yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa LDK menggalang dana untuk para korban.

“Hati kami terketuk untuk ikut membantu para korban Palestina yang notabene warga sipil tak berdosa. Untuk itu kami menggalang dana,” kata Asbah Pratama, Koordinator Pos Solisaritas Umat (PSU), kepada UINJKT Online di Masjid Al Jamiah, Selasa (13/1).

Menurut Asbah, penggalangan dana dilakukan dengan berkoordinasi ke setiap Dewan Komisariat Dakwah (Komda) LDK yang ada di setiap fakultas. Mereka membentuk kepanitiaan dan meminta partisipasi kepada setiap anggota untuk menyisihkan infaknya.

“Bahkan sampai kader-kader LDK menyisihkan uang jajannya setiap hari untuk pengumpulan dana buat warga Palestina ini,” kata mahasiswa FEIS ini.

Selain di setiap fakultas, penggalangan dana juga dilakukan di Masjid Al Jamiah Student Center dengan cara menyediakan kotak amal. “Pada wisuda ke-74 kemarin, kami juga membuka stand penggalangan dana. Alhamdulillah terkumpul Rp 5 juta.”

Dana-dana itu, katanya, akan digabung dengan dana yang dikumpulkan oleh lembaga lain seperti Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa), Ikatan Remaja Masjid Fatullah (Irmafa) dan Solidaritas Aceh. Semuanya akan dimasukkan ke rekening resmi penggalangan dana Palestina.

Puncak penggalangan dana akan berakhir Januari ini. Sedianya stand-stand penggalangan dana tidak hanya dibuka di fakultas, tapi juga di sejumlah titik keramaian. Di samping panitia juga akan memasang foto-foto tragedi kekejaman Israel.

Saat Asbah ditanya komentarnya tentang perang tragedi kemanusiaan itu, ia mengatakan tragedi tersebut merupakan propaganda Barat. Teroris sebenarnya adalah Israel dan Amerika.

Asbah mengharapkan setiap warga Muslim untuk memanjatkan doanya untuk keselamatan atas warga Palestina.*

Mahasiswa Galang Dana untuk Palestina

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah

Kampus I,
UINJKT Online – Tragedi kemanusiaan yang menimpa ribuan warga Palestina mengundang simpati jutaan rakyat di dunia. Kini, giliran mahasiswa UIN Jakarta yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa LDK menggalang dana untuk para korban.

“Hati kami terketuk untuk ikut membantu para korban Palestina yang notabene warga sipil tak berdosa. Untuk itu kami menggalang dana,” kata Asbah Pratama, Koordinator Pos Solisaritas Umat (PSU), kepada UINJKT Online di Masjid Al Jamiah, Selasa (13/1).

Menurut Asbah, penggalangan dana dilakukan dengan berkoordinasi ke setiap Dewan Komisariat Dakwah (Komda) LDK yang ada di setiap fakultas. Mereka membentuk kepanitiaan dan meminta partisipasi kepada setiap anggota untuk menyisihkan infaknya.

“Bahkan sampai kader-kader LDK menyisihkan uang jajannya setiap hari untuk pengumpulan dana buat warga Palestina ini,” kata mahasiswa FEIS ini.

Selain di setiap fakultas, penggalangan dana juga dilakukan di Masjid Al Jamiah Student Center dengan cara menyediakan kotak amal. “Pada wisuda ke-74 kemarin, kami juga membuka stand penggalangan dana. Alhamdulillah terkumpul Rp 5 juta.”

Dana-dana itu, katanya, akan digabung dengan dana yang dikumpulkan oleh lembaga lain seperti Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa), Ikatan Remaja Masjid Fatullah (Irmafa) dan Solidaritas Aceh. Semuanya akan dimasukkan ke rekening resmi penggalangan dana Palestina.

Puncak penggalangan dana akan berakhir Januari ini. Sedianya stand-stand penggalangan dana tidak hanya dibuka di fakultas, tapi juga di sejumlah titik keramaian. Di samping panitia juga akan memasang foto-foto tragedi kekejaman Israel.

Saat Asbah ditanya komentarnya tentang perang tragedi kemanusiaan itu, ia mengatakan tragedi tersebut merupakan propaganda Barat. Teroris sebenarnya adalah Israel dan Amerika.

Asbah mengharapkan setiap warga Muslim untuk memanjatkan doanya untuk keselamatan atas warga Palestina.*

Mahasiswa Galang Dana untuk Palestina

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Reporter: Hamzah

Kampus I, UINJKT Online – Tragedi kemanusiaan yang menimpa ribuan warga Palestina mengundang simpati jutaan rakyat di dunia. Kini, giliran mahasiswa UIN Jakarta yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa LDK menggalang dana untuk para korban.

“Hati kami terketuk untuk ikut membantu para korban Palestina yang notabene warga sipil tak berdosa. Untuk itu kami menggalang dana,” kata Asbah Pratama, Koordinator Pos Solisaritas Umat (PSU), kepada UINJKT Online di Masjid Al Jamiah, Selasa (13/1).

Menurut Asbah, penggalangan dana dilakukan dengan berkoordinasi ke setiap Dewan Komisariat Dakwah (Komda) LDK yang ada di setiap fakultas. Mereka membentuk kepanitiaan dan meminta partisipasi kepada setiap anggota untuk menyisihkan infaknya.

“Bahkan sampai kader-kader LDK menyisihkan uang jajannya setiap hari untuk pengumpulan dana buat warga Palestina ini,” kata mahasiswa FEIS ini.

Selain di setiap fakultas, penggalangan dana juga dilakukan di Masjid Al Jamiah Student Center dengan cara menyediakan kotak amal. “Pada wisuda ke-74 kemarin, kami juga membuka stand penggalangan dana. Alhamdulillah terkumpul Rp 5 juta.”

Dana-dana itu, katanya, akan digabung dengan dana yang dikumpulkan oleh lembaga lain seperti Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa), Ikatan Remaja Masjid Fatullah (Irmafa) dan Solidaritas Aceh. Semuanya akan dimasukkan ke rekening resmi penggalangan dana Palestina.

Puncak penggalangan dana akan berakhir Januari ini. Sedianya stand-stand penggalangan dana tidak hanya dibuka di fakultas, tapi juga di sejumlah titik keramaian. Di samping panitia juga akan memasang foto-foto tragedi kekejaman Israel.

Saat Asbah ditanya komentarnya tentang perang tragedi kemanusiaan itu, ia mengatakan tragedi tersebut merupakan propaganda Barat. Teroris sebenarnya adalah Israel dan Amerika.

Asbah mengharapkan setiap warga Muslim untuk memanjatkan doanya untuk keselamatan atas warga Palestina.*

Mahasiswa Galang Dana untuk Palestina

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Reporter: Hamzah

Kampus I, UINJKT Online – Tragedi kemanusiaan yang menimpa ribuan warga Palestina mengundang simpati jutaan rakyat di dunia. Kini, giliran mahasiswa UIN Jakarta yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa LDK menggalang dana untuk para korban.

“Hati kami terketuk untuk ikut membantu para korban Palestina yang notabene warga sipil tak berdosa. Untuk itu kami menggalang dana,” kata Asbah Pratama, Koordinator Pos Solisaritas Umat (PSU), kepada UINJKT Online di Masjid Al Jamiah, Selasa (13/1).

Menurut Asbah, penggalangan dana dilakukan dengan berkoordinasi ke setiap Dewan Komisariat Dakwah (Komda) LDK yang ada di setiap fakultas. Mereka membentuk kepanitiaan dan meminta partisipasi kepada setiap anggota untuk menyisihkan infaknya.

“Bahkan sampai kader-kader LDK menyisihkan uang jajannya setiap hari untuk pengumpulan dana buat warga Palestina ini,” kata mahasiswa FEIS ini.

Selain di setiap fakultas, penggalangan dana juga dilakukan di Masjid Al Jamiah Student Center dengan cara menyediakan kotak amal. “Pada wisuda ke-74 kemarin, kami juga membuka stand penggalangan dana. Alhamdulillah terkumpul Rp 5 juta.”

Dana-dana itu, katanya, akan digabung dengan dana yang dikumpulkan oleh lembaga lain seperti Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa), Ikatan Remaja Masjid Fatullah (Irmafa) dan Solidaritas Aceh. Semuanya akan dimasukkan ke rekening resmi penggalangan dana Palestina.

Puncak penggalangan dana akan berakhir Januari ini. Sedianya stand-stand penggalangan dana tidak hanya dibuka di fakultas, tapi juga di sejumlah titik keramaian. Di samping panitia juga akan memasang foto-foto tragedi kekejaman Israel.

Saat Asbah ditanya komentarnya tentang perang tragedi kemanusiaan itu, ia mengatakan tragedi tersebut merupakan propaganda Barat. Teroris sebenarnya adalah Israel dan Amerika.

Asbah mengharapkan setiap warga Muslim untuk memanjatkan doanya untuk keselamatan atas warga Palestina.*