Mahasiswa Galang Dana untuk Korban Banjir Banten

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Nur Fitriyani

Kampus UIN, BERITA UIN Online – Mahasiswa UIN Jakarta yang tergabung dalam aktifis Relawan Mahasiswa Indonesia (ARMI) melakukan penggalangan dana untuk korban banjir Banten, Kamis (19/1).

Puluhan anggota ARMI tersebar di area kampus dan di jalan-jalan sekitar kampus UIN Jakarta untuk menggalang dana. Selain turun ke jalan, ARMI juga membuka posko bencana dan menerima bantuan transfer via rekening. Sampai saat ini dana yang telah terkumpul sebesar Rp 1.343.600. Penggalangan dana yang dilakukan sejak rabu kemarin ini akan terus berlangsung sampai sabtu besok. Rencananya dana yang telah terkumpul akan disalurkan pada hari minggunya.

“Kondisi korban banjir di Banten sangat memprihatinkan. Banyak dari mereka yang rumahnya terbawa oleh banjir, harta merekapun hilang dan bahkan terpaksa mengungsi di jalan tol. Mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita, untuk itu kita harus saling membantu sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masalah sosial,”  ujar koordinator lapangan ARMI, Syamsuddin Sarjan.

Tidak hanya ARMI, sejumlah mahasiswa dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) juga turut serta dalam penggalangan dana. Mereka bergerak bersama untuk membantu korban banjir sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Banjir yang melanda kawasan Banten ini terjadi akibat meluapnya sungai Ciujung, Ciliman, Cimandiri, dan Cilemer. Seperti dikutip dalam tempo.co, dari delapan Kabupaten Kota di Banten, tiga Kabupaten, yaitu Serang, Pandeglang, dan Lebak, terkena bencana banjir yang cukup parah. Ketinggian air banjir bervariasi antara 30 sentimeter hingga lima meter. Banjir setinggi lima meter ini terjadi di daerah Ciujung, Kabupaten Serang. Khusus Kabupaten Lebak, di jalan Banten-Citorek terjadi longsor sepanjang satu kilometer yang menyebabkan satu rumah tertimbun.

Ada 3.108 rumah di Kabupaten Lebak terendam banjir, yaitu di 58 desa dan 14 kecamatan, dan di Kabupaten Pandeglang, yaitu di 33 desa dan 11 kecamatan terdapat 9.770 rumah yang terendam banjir. Sedangkan, di Kabupaten Serang, di enam desa dan empat kecamatan, ada 877 rumah terendam. Total sebanyak 13.755 unit rumah yang tersebar di 97 desa di 29 kecamatan terendam banjir.

Sampai saat ini banjir masih menggenang di sebagian wilayah, dan beberapa di antaranya sudah mulai surut. Aktivitas sosial dan perekonomian terganggu akibat banjir. Wabah penyakit pascabanjir pun mulai merebak dan warga mengalami kesulitan pengadaan air bersih. Kondisi ini memprihatinkan dan warga sangat membutuhkan bantuan.