Mahasiswa FKIK Harus Berkualitas

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Dalam mencetak calon dokter yang berkualitas, tidak cukup  hanya mementingkan kompetensi dalam bidang ilmu pengetahuan. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencetak calon dokter yang berkualitas, khususnya dalam bidang agama. Apa saja yang dapat dilakukan untuk mencetak para calon dokter yang berjiwa Islami? Berikut wawancara  Hilda Savitri dari BERITA UIN Online dengan Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Dra Farida Hamid, MPd di ruang kerjanya Gedung FKIK, Selasa (10/10).

Apakah ada pembinaan yang dilakukan fakultas terhadap mahasiswa baru?

Ada beberapa program yang dilakukan FKIK melakukan pembinaan terhadap mahasiswa baru, salah satunya adalah program matrikulasi. Program tersebut diberlakukan bagi mahasiswa baru yang akan menuntut ilmu di FKIK.

Apa yang Anda maksud dengan program matrikulasi?

Program matrikulasi adalah program yang diberikan kepada mahasiswa baru FKIK yang bertujuan untuk menyetarakan kompetensi mereka (mahasiswa baru) dalam bidang sains.  Seluruh mahasiswa baru diberikan bimbingan dalam pelajaran matematika, biologi, fisika dan kimia. Program tersebut dilakukan setiap hari selama dua bulan pada bulan Juni dan Juli sebelum masa perkuliahan dimulai. Setelah itu mereka akan di tes untuk mengetahui kompetensi mereka setelah melalui program tersebut.

Apa tujuan FKIK melakukan program tersebut?

Tujuan kami melakukan program ini adalah untuk menyetarakan kompetensi mahasiswa dalam bidang sains setingkat SMA sehingga tidak akan mengalami kesulitan untuk menjalani perkuliahan. Program tersebut diberikan bukan karena mereka dianggap bodoh, melainkan karena sebagian dari mereka tidak mendapatkan treatment yang benar dari sekolah asalnya, sehingga kemampuan mereka di bidang sains dianggap kurang.

Lalu bagaimana dengan mahasiswa yang tidak lulus tes?

Bagi mahasiswa yang nilai tesnya kurang dari standar yang kami tentukan, maka akan diperpanjang masa bimbingannya selama dua minggu untuk kemudian di tes kembali. Dan jika nilai hasil tes kedua juga tidak memenuhi standar, maka ia akan digagalkan untuk menjadi mahasiswa FKIK.

Adakah dampak yang dirasakan setelah mereka menjalani program tersebut?

Tentu saja, manfaat program matrikulasi sangat bisa dirasakan. Setelah mereka menjalani program tersebut, mereka akan menjadi lebih mudah beradaptasi dengan tiap mata kuliah yang akan ditawarkan, sehingga tidak akan ada kesulitan yang berarti lagi dalam menjalani perkuliahan.

Selain program matrikulasi, adakah program dalam bidang pembinaan mahasiswa FKIK?

Untuk mencetak calon-calon dokter yang berjiwa islami, kami juga membuat program pembelajaran al-Qur’an, pendalaman agama serta pembinaan bahasa asing, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab yang dilakukan di asrama mahasiswa FKIK. Program ini bertujuan agar mahasiswa selain menguasai pengetahuan dan keterampilan kedokteran atau kesehatan dengan baik, mereka juga menguasai bidang agama. Sehingga, akan mengamalkan keterampilannya tersebut sesuai dengan ajaran Islam. Dalam program tersebut, mahasiswa disertakan dalam kegiatan shalat berjamaah, tadarus al-Qur’an dan training-training keagamaan. Untuk tenaga pengajarnya, kami memberdayakan para mahasiswa senior yang berasal dari pondok pesantren untuk membina mahasiswa baru dalam program tersebut.

Adakah efek yang dihasilkan dari program tersebut?

Tahun lalu kita akui efek kegiatan ini kurang dapat dirasakan karena gedung asrama yang belum selesai dibangun, sehingga program ini sedikit terbengkalai. Tapi tahun ini efeknya sangat terasa dirasakan. Selain kemampuan berbahasa asing mahasiswa yang meningkat, akhlak mereka pun menjadi lebih Islami. Dari sini kami berharap selain mereka kompeten di bidang kesehatan, juga kompeten dalam bidang keagamaan, sehingga akan tercipta calon-calon dokter muslim yang bermutu dan akan menjalankan profesinya sesuai dengan ajaran Islam.