Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta kembali torehkan prestasi. Kali ini adalah Bagus Muhamad Rijal mahasiswa Hubungan Internasional (HI) semester VI berhak mewakili provinsi Banten dalam Indonesia-China Youth Exchange Program, atau Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) setelah lolos seleksi ketat tingkat provinsi yang dilaksanakan, Selasa-Jum’at (12-15/04).

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta kembali torehkan prestasi. Kali ini adalah Bagus Muhamad Rijal mahasiswa Hubungan Internasional (HI) semester VI berhak mewakili provinsi Banten dalam Indonesia-China Youth Exchange Program, atau Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) setelah lolos seleksi ketat tingkat provinsi yang dilaksanakan, Selasa-Jum’at (12-15/04).

Jakarta, BERITA UIN Online— Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta kembali torehkan prestasi. Kali ini adalah Bagus Muhamad Rijal mahasiswa Hubungan Internasional (HI) semester VI berhak mewakili provinsi Banten dalam Indonesia-China Youth Exchange Program, atau Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) setelah lolos seleksi ketat tingkat provinsiyang dilaksanakan, Selasa-Jum’at (12-15/04).

Sebelum dinyatakan lulus seleksi PPAN tingkat provinsi Banten yang digelar di Hotel Nuansa Dua Bali,seluruh peserta yang berjumlah 40 orang ini, harus berhasil lolos beberapa tahapan seleksi, mulai dari seleksi berkas, wawancara, public speaking menggunakan bahasa Inggris, Focus Group Discussion (FGD), dan penampilan seni budaya.

Saat ditemui tim BERITA UIN Online, Jum’at (06/05) Bagus mengatakan, bahwa ini kali kedua dirinya mengikuti seleksi PPAN.“Alhamdulillah tahun ini saya berhasil lolos menjadi peserta PPAN. Tahun lalu saya gagal ditingkat provinsi,” ungkapnya.

Bermotivasikan kesadaran bahwa PPAN dapat menjadi ajang belajar dan menambah pengetahuan serta pengalaman, dia juga ingin menjadikan kesempatan ini sebagai ajang pelatihan menjadi duta besar Indonesia untuk negara lain, sesuai dengan apa yang dia cita-citakan.

“Kesempatan ini menjadi momen melatih diri menjadi seorang duta besar, sejalan dengan apa yang saya cita-citakan. Lebih jauh, saya ingin menjadi pemuda yang berwawasan internasional dan juga menunjukan bahwa anak Banten bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya penuh optimis.

Sebagai informasi, PPAN merupakan sebuah ajang untuk menggali potensi para kader pemuda di masing-masing daerah sekaligus potensi kader pemuda nasional melalui kerja sama internasional. Program ini dilaksanakan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan mengirimkan duta muda terbaik Indonesia di berbagai program pertukaran. Untuk skema pendanaan berbagai program pertukaran tersebut ditangani oleh Pemerintah Indonesia bersama dengan pemerintah negara-negara sahabat dan organisasi lain yang menjadi mitra dari program yang bersangkutan. (Laporan Ahmad Hamdani/ LRF)

 

Share This