Mahasiswa Diminta Aktif Berorganisasi dan Berkreativitas

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Mahasiswa UIN Jakarta diminta untuk aktif dalam organisasi maupun mengembangkan kreativitas. Hal itu akan menjadi bekal dalam menentukan masa depan serta mampu menjadi pemimpin di masyarakat dengan baik.

Harapan itu disampaikan Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat saat menerima delegasi peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa tingkat Nasional ke-12 di Ruang Rektor Gedung Rektorat, Senin (25/7). Dalam kesempatan tersebut peserta delegasi didampingi Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Sudarnoto Abdul Hakim, Kepala Bagian Kemahasiswaan Drs Dja’far Sanusi, dan Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Mahasiswa Masruri SAg.

“Menjadi mahasiswa harus aktif dan berwawasan luas agar ke depan dapat menjadi pemimpin dengan baik,” katanya. Ia juga menandaskan bahwa sebagai pemimpin mahasiswa dituntut memiliki imajinasi serta mindset terbuka. “Jangan terkooptasi atau terbonsaikan,” ujarnya.

Menurut Rektor, kuliah sambil memanfaatkan waktu seperti bekerja atau berorganisasi sangat baik, karena hal itu akan memberikan nilai tambah tersendiri. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana mahasiswa bisa mengubah dirinya sendiri. Tanpa ada perubahan pada diri sendiri mustahil semua akan terwujud. “Jadi, manfaatkanlah waktu selama kuliah dengan baik. Jangan miskin konsep dan gagasan,” kata Rektor.

UIN Jakarta memperoleh juara umum pada MTQ Mahasiswa tingkat Nasional ke-12 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia, Makassar, pada 9-14 Juli 2011. Pada MTQ tersebut delegasi UIN Jakarta mengirimkan sembilan peserta dengan dua official untuk empat dari 11 cabang yang diperlombakan. Keempat cabang itu adalah Syarhil Qur’an, Kaligrafi, serta Debat Ilmiah al-Qur’an Bahasa Inggris dan Debat Ilmiah al-Qur’an Bahasa Arab.

Menurut Ketua Official UIN Jakarta Arif Amiruddin SsosI, UIN Jakarta berhasil memperoleh 18 poin, mengalahkan pesaingnya Universitas Gajah Mada yang mendapat 16 poin, disusul tuan rumah (UMI) yang mendapatkan 10 poin. Untuk juara I memperoleh lima poin, juara II tiga poin, dan juara III satu poin. Sedangkan juara harapan tidak mendapatkan poin. “Jadi kalau dijumlah, juara I memperoleh tiga perlombaan dan juara II satu perlombaan. Berarti total 18 poin,” ujar Arif kepada wartawan BERITA UIN Online Jaenuddin Ishaq setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (16/7).

Jenis perlombaan yang diikuti adalah Debat Ilmiah al-Qur’an Bahasa Arab dan Inggris masing-masing juara I, Kaligrafi kategori putra juara II dan kategori putri juara I. Sedangkan Syarhil Qur’an meperoleh juara harapan II. “Sebenarnya ada dua jenis perlombaan lagi yakni penulisan kandungan al-Qur’an dan karya tulis ilmiah al-Qur’an yang diberikan untuk kampus Islam, tapi tidak kita ambil,” jelas Arif.

Para peserta MTQMN yang mewakili UIN Jakarta, yaitu untuk Debat Ilmiah al-Qur’an Bahasa Inggris Ayatulloh Husain (mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah semester tujuh) dan Vinken Geofanisa (mahasiwa FDI semester lima). Debat Ilmiah al-Qur’an Bahasa Arab Syaiful Anwar (FDI semester lima) dan M Faiz (FDI semester lima). Sedangkan lomba Khatil Qur’an putra, yaitu Abdul Muthalib (Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora semester sembilan), dan Khatil Qur’an kategori putri Fatmawati Setyaningrum (Jurusan Kependidikan Islam/Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan semester sembilan).

Lomba Syarhil Qur’an Debi Fajrin Habibi (FDI semester 11), Widia Hidayati (Jurusan Peradilan Agama Fakultas Syariah dan Hukum semester lima, dan Syaadatuzahro (Jurusan Pendidikan Agama Islam FITK semester sembilan). “Sebenarnya ada dua jenis perlombaan lagi, yakni Penulisan Kandungan al-Qur’an dan Karya Tulis Ilmiah al-Qur’an yang diberikan untuk kampus Islam, tapi tidak kita ambil,” jelas Arif.

MTQN ke-12 diikuti 117 perguruan tinggi se-Indonesia dan 1.353 peserta plus official. Menurut rencana, MTQN ke-13 tahun 2013 akan digelar di kampus UI Depok.

Rektor berjanji akan memberikan penghargaan bagi para mahasiswa yang berprestasi. Bahkan Rektor juga akan memberikan sertifikat khusus kepada para mahasiswa tersebut setiap penyelenggaraan wisuda sarjana.