Mahasiswa Agribisnis Tuntut Pemerintah Peduli Pertanian

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Kampus I, UIN Online Memperingati Hari Tani sedunia, puluhan mahasiswa Jurusan Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Jakarta yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Fakultas Pertanian menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dan long march di depan Istana Negara, Jumat (24/9).

Selain dari UIN Jakarta, turut serta mahasiswa dari fakultas pertanian dari berbagai kampus, yakni Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dan Universitas Siliwangi.

Mahasiswa menuntut pemerintah agar peduli terhadap kondisi pertanian dan nasib petani di Indonesia. Sebab, pertanian merupakan sektor yang paling vital dalam menopang kedaulatan bangsa dalam bentuk ketahanan pangan.

“Selama ini pemerintah tidak peduli terhadap kondisi pertanian di Indonesia salah satunya nasib kesejahteraan petani yang tertindas oleh tengkulak serta harga pupuk yang kian mencekik. Padahal petanilah yang paling berjasa dalam pemenuhan kebutuhan pangan rakyat,” kata koordinator aksi, Imay Dwi Cahya.

Mahasiswa semester lima Jurusan Agribisnis UIN Jakarta ini juga mempertanyakan realisasi RAPBN 2010 yang dikucurkan untuk meningkatkan pembangunan di sektor pertanian. Menurutnya, hingga kini, RAPBN 2010 nampaknya belum terealisasi karena berbagi permasalahan mengenai pertanian makin mencuat, seperti melambungnya harga beras dan cabai, kelangkaan pupuk, serta tingkat kesejahteraan petani yang semakin buruk.

Selain itu mahasiswa juga menuntut penyediaan 9,2 juta hektar lahan pertanian oleh pemerintah, menolak korporasi pertanian, menjamin kestabilan harga produk-produk pertanian, melaksanakan program pertanian yang berkelanjutan, serta mencabut UU yang bertentangan dengan UU Pokok Agraria. []