Madrasah Pembangunan Harus Mampu Jual ”Benchmarking”

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Gedung MP, UIN Online – Madrasah Pembangunan (MP) UIN sudah seharusnya menumbuhkan corporate culture atau budaya perusahaan. Hal ini sebagai antisipasi di tengah bersaingnya lembaga pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan membentuk semacam waralaba, yakni mampu menjual benchmarking di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Prof Dr Abuddin Nata seusai melantik tiga kepala madrasah baru di lingkungan Madrasah Pembangunan (MP) UIN di Gedung MP, Senin (7/12). Turut hadir Sekretaris Yayasan Prof Dr Armai Arief dan Direktur MP Drs Ahmad Sofyan MPd.

”Jika kita lihat saat ini banyak sekolah yang sudah menerapkan sistem waralaba. Karena itu MP UIN setidaknya harus mampu berorientasi ke penjualan benchmarking sehingga namanya ada di mana-mana,” katanya.

Dengan sistem itu, kata Abuddin, pengelolaan MP UIN akan lebih efektif lagi. ”Cuma pertanyaannya, apakah kita sudah mengarah ke sistem tersebut?,” tanyanya.

Sehubungan dengan hal itu, Abuddin meminta agar para pengelola MP UIN terus meningkatkan etos kerja, yakni kerja keras, kerja tuntas, kerja cerdas, dan kerja kualitas.

Para kepala madrasah yang dilantik adalah Drs Mulyadi sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah, Drs Rusli Ishaq (Kepala Madrasah Tsanawiyah), dan Drs Darul Janin (Kepala Madrasah Aliyah). Rusli Ishaq adalah kepala MTs baru. Ia menggantikan Drs Jamaluddin yang habis masa jabatannya. (ns)

Madrasah Pembangunan Harus Mampu Jual ”Benchmarking”

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Gedung MP, UIN Online – Madrasah Pembangunan (MP) UIN sudah seharusnya menumbuhkan corporate culture atau budaya perusahaan. Hal ini sebagai antisipasi di tengah bersaingnya lembaga pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan membentuk semacam waralaba, yakni mampu menjual benchmarking di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Prof Dr Abuddin Nata seusai melantik tiga kepala madrasah baru di lingkungan Madrasah Pembangunan (MP) UIN di Gedung MP, Senin (7/12). Turut hadir Sekretaris Yayasan Prof Dr Armai Arief dan Direktur MP Drs Ahmad Sofyan MPd.

”Jika kita lihat saat ini banyak sekolah yang sudah menerapkan sistem waralaba. Karena itu MP UIN setidaknya harus mampu berorientasi ke penjualan benchmarking sehingga namanya ada di mana-mana,” katanya.

Dengan sistem itu, kata Abuddin, pengelolaan MP UIN akan lebih efektif lagi. ”Cuma pertanyaannya, apakah kita sudah mengarah ke sistem tersebut?,” tanyanya.

Sehubungan dengan hal itu, Abuddin meminta agar para pengelola MP UIN terus meningkatkan etos kerja, yakni kerja keras, kerja tuntas, kerja cerdas, dan kerja kualitas.

Para kepala madrasah yang dilantik adalah Drs Mulyadi sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah, Drs Rusli Ishaq (Kepala Madrasah Tsanawiyah), dan Drs Darul Janin (Kepala Madrasah Aliyah). Rusli Ishaq adalah kepala MTs baru. Ia menggantikan Drs Jamaluddin yang habis masa jabatannya. (ns)