Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM) UIN Jakarta bekerjasama dengan Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI), menggelar diskusi sekaligus Sosialisasi Kebijakan LSF di berbagai perguruan tinggi. Selasa, (19/09), bertempat di ruang Teater Aqib Suminto.

Teater Aqib Suminto, BERITA UIN Online—Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM) UIN Jakarta bekerjasama dengan Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI), menggelar diskusi sekaligus Sosialisasi Kebijakan LSF di berbagai perguruan tinggi.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang teater Prof Dr Aqib Suminto, lantai 2 FIDKOM UIN Jakarta ini, mengangkat tema  Sensor Mandiri Wujud Kepribadian Bangs, Selasa (19/09), pukul 08.30 sampai dengan 13.00 WIB.

Hadir sebagai narasumber dalam acara yang dimoderatori oleh Noor Sa’adah MKom (Anggota Komisi 1, Bidang Hukum dan Advokasi di LSF RI serta produser beberapa acara di televisi) ini diantaranya, Prof Dr Zaitunah Subhan (Ketua Komisi II di LSF RI Bidang Hukum dan Advokasi) sekaligus Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta, kemudian Dr Gun Gun Heryanto MSi (Pakar Komunikasi Literasi Media dan Komunikasi Politik UIN Jakarta) dan juga dosen tetap Jurusan KPI UIN Jakarta, dan terakhir Ketua LSF RI Mayor Jenderal Dr Ahmad Yani Basuki.

Berdasarkan press reales yang diterima BERITA UIN Online diketahui, bahwa acara yang diketuai oleh Fita Fathurokhmah MSi (Sekretaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Jakarta). Masih dari sumber tersebut, Fita menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi perhatian penting dan agenda Jurusan mengingat di Jurusan KPI terdapat matakuliah Produksi Siaran Televisi dan Radio.

Learning Outcomes dari matakuliah ini adalah, mencetak mahasiswa yang terampil membuat film, program-program televisi, dan radio. Tentunya, tetap mengedepankan nilai-nilai ke-Islaman dan berdakwah untuk umat,” ungkap Fita.

Masih menurutnya, dalam hal ini sivitas akademika FIDKOM UIN Jakarta dituntut untuk menjadi Sophisticated audience dan sophisticated creative film maker, agar menghasilkan karya-karya yang sesuai dengan kepribadian dan budaya bangsa Indonesia.

Secara umum, para pakar yang hadir mengatakan bahwa LSF sebagai lembaga independen memiliki tanggungjawab dalam memajukan perfilman di tanah air. Namun demikian, salah satu kewajiban yang tidak boleh dikesampingkan adalah bagaimana film yang disuguhkan kepada masyarakat tersebut dapat mencerdaskan kehidupan bangsa, pengembangan potensi diri, pembinaan akhlak mulia, pemajuan kesejahteraan masyarakat, serta wahana promosi Indonesia ke dunia internasional.

Sebagai informasi, acara yang diikuti sedikitnya 400 peserta yang terdiri dari kalangan mahasiswa, dosen dan seluruh sivitas akademika FIDKOM UIN Jakarta ini berjalan dengan tertib dan lancar. Nampak para peserta antusias mengikuti acara tersebut, hal ini dibuktikan dari beberapa peserta yang melontarkan pertanyaan kepada para narasumber. (lrf)

 

Share This