LP2M Gelar Workshop Bersama Kevin Fogg

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta menggelar workshop Aplikasi Teori-teori Sosial Dalam Penelitian Sosial Kegamaan, Selasa (25/06/16) bertempat di Ruang Diorama UIN Jakarta.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta menggelar workshop Aplikasi Teori-teori Sosial Dalam Penelitian Sosial Kegamaan, Selasa (25/06/16) bertempat di Ruang Diorama UIN Jakarta.

Ruang Diorama, BERITA UIN Online—Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta menggelar workshop Aplikasi Teori-teori Sosial Dalam Penelitian Sosial Kegamaan, Selasa (25/06/16) bertempat di Ruang Diorama UIN Jakarta. Acara bertujuan  mendukung upaya-upaya penelitian dan publikasi ilmiah civitas akademik UIN Jakarta.

Ketua LP2M Prof Dr Arskal Salim GP MA hadir sekaligus membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, Arskal mengapresiasi atas terselanggaranya workshop yang di inisiasi oleh tim LP2M ini.

“saya ingin menyampaikan apresiasi kepada teman-teman LP2M yang telah menginisiasi terselanggaranya acara workshop pada hari ini. Semoga, kegiatan ini bermanfaat untuk memperkuat penulisan kerangka berpikir (landasan teori) dalam penelitian-penelitian sosial keagamaan,” ungkapnya.

Acara yang diikuti sedikitnya 50 peserta ini menghadirkan narasumber Kevin William Fogg. Ph.D (Visiting Lecture from Oxford USA). Dalam pemaparannya, Kevin menjelaskan adanya ketidaksesuain antara teori Max Webber dengan fenomena yang terjadi di Indonesia.

Menurut Webber, modern itu suatu kondisi dimana masyarakat sudah tidak percaya dengan hal-hal yang bersifat takhayul, mistis atau sesuatu yang tidak masuk akal. Soekarno merupakan contoh tokoh Indonesia yang diakui negara-negara Eropa, sebagai pribadi yang modern. Namun, disisi lain Soekarno masih suka menceritakan hal-hal mistis atau sesuatu yang diluar nalar manusia.

“Kesenjangan ini sangat menarik untuk dikaji dan dijadikan topik penelitian sosial keagamaan,” kata Kevin saat memberi contoh penelitian. (lrf/rdr)