Lisari Ulfah: ”Saya Memilih UIN Jakarta Karena Jarak”

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

SUASANA di Gedung Akademik UIN Jakarta Rabu siang (18/6) dipadati para pengunjung. Para pegawai yang melayani bidang administrasi pun telihat sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sebagian melayani informasi, sebagian lagi sibuk melakukan pemberkasan.

Padatnya pengunjung siang itu memang wajar. Maklum, UIN Jakarta tengah melakukan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Ujian Masuk Lokal (UML) untuk tahun akademik 2008/2009. Pendaftaran mahasiswa baru ini berlangsung sejak 2 Juni hingga 11 Juli 2008.

Jalur UML merupakan ”jalur padat”. Sebabnya tak lain karena jumlah kursi yang disediakan cukup besar, yakni sekitar 3.000 mahasiswa dari total 4.830 kursi. Jalur lainnya, mahasiswa dijaring melalui PMDK, UMB, dan SNMPTN dengan jumlah masing-masing kursi relatif lebih kecil. Berdasarkan data yang diperoleh di Bagian Akademik, jumlah pendaftar melalui jalur UML hingga Selasa (17/6) sore kemarin telah mencapai 3.042 orang. Jumlah ini terbilang paling besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tidak seperti biasanya, untuk hari pertama saja misalnya, jumlah calon peserta mencapai sekitar 600 orang. “Ini merupakan gebrakan yang mengagumkan,” ujar Kepala Bagian Akademik Drs Marzuki Mahmud MA saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (13/6).

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, peminat masuk UIN Jakarta berasal dari berbagai sekolah, baik umum maupun agama. Bahkan, para peminat juga tak hanya berasal dari wilayah DKI Jakarta melainkan hampir dari berbagai daerah di Indonesia. Terlebih lagi setelah UIN Jakarta mengikuti program seleksi SPMB nasional bersama 48 PTN lain se-Indonesia tahun 2003.

Sejumlah calon mahasiswa sendiri memiliki alasan yang beragam memilih UIN Jakarta. Lisari Ulfah (18) misalnya, calon mahasiswa asal Tegal, Jawa Tengah. Ia mengaku memilih UIN Jakarta karena faktor jarak. ”Jarak Tegal-Jakarta menurut saya tak terlalu jauh. Makanya saya memilih UIN Jakarta saja,” kilahnya.

Sementara Eni Nuraeni (19) memilih UIN karena gedungnya bagus dan mahasiswinya memakai jilbab. ”Selama ini saya kan belum berjilbab. Jadi, kalau kuliah di UIN Jakarta saya kemudian memakai jilbab sesuai ajaran Islam,” ujar alumni SMA YASTI, Sukabumi, Jawa Barat ini.*

Lisari Ulfah: ”Saya Memilih UIN Jakarta Karena Jarak”

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

SUASANA di Gedung Akademik UIN Jakarta Rabu siang (18/6) dipadati para pengunjung. Para pegawai yang melayani bidang administrasi pun telihat sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sebagian melayani informasi, sebagian lagi sibuk melakukan pemberkasan.

Padatnya pengunjung siang itu memang wajar. Maklum, UIN Jakarta tengah melakukan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Ujian Masuk Lokal (UML) untuk tahun akademik 2008/2009. Pendaftaran mahasiswa baru ini berlangsung sejak 2 Juni hingga 11 Juli 2008.

Jalur UML merupakan ”jalur padat”. Sebabnya tak lain karena jumlah kursi yang disediakan cukup besar, yakni sekitar 3.000 mahasiswa dari total 4.830 kursi. Jalur lainnya, mahasiswa dijaring melalui PMDK, UMB, dan SNMPTN dengan jumlah masing-masing kursi relatif lebih kecil. Berdasarkan data yang diperoleh di Bagian Akademik, jumlah pendaftar melalui jalur UML hingga Selasa (17/6) sore kemarin telah mencapai 3.042 orang. Jumlah ini terbilang paling besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tidak seperti biasanya, untuk hari pertama saja misalnya, jumlah calon peserta mencapai sekitar 600 orang. “Ini merupakan gebrakan yang mengagumkan,” ujar Kepala Bagian Akademik Drs Marzuki Mahmud MA saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (13/6).

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, peminat masuk UIN Jakarta berasal dari berbagai sekolah, baik umum maupun agama. Bahkan, para peminat juga tak hanya berasal dari wilayah DKI Jakarta melainkan hampir dari berbagai daerah di Indonesia. Terlebih lagi setelah UIN Jakarta mengikuti program seleksi SPMB nasional bersama 48 PTN lain se-Indonesia tahun 2003.

Sejumlah calon mahasiswa sendiri memiliki alasan yang beragam memilih UIN Jakarta. Lisari Ulfah (18) misalnya, calon mahasiswa asal Tegal, Jawa Tengah. Ia mengaku memilih UIN Jakarta karena faktor jarak. ”Jarak Tegal-Jakarta menurut saya tak terlalu jauh. Makanya saya memilih UIN Jakarta saja,” kilahnya.

Sementara Eni Nuraeni (19) memilih UIN karena gedungnya bagus dan mahasiswinya memakai jilbab. ”Selama ini saya kan belum berjilbab. Jadi, kalau kuliah di UIN Jakarta saya kemudian memakai jilbab sesuai ajaran Islam,” ujar alumni SMA YASTI, Sukabumi, Jawa Barat ini.*