Lingkungan Mempengaruhi Kesehatan Mental Anak dan Remaja

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gd. Psikologi, Berita UIN Online— Masih dalamrangkaian Psychofair (Milad Fakultas Psikologi ke-20),Fakultas Psikologi UIN Jakarta kali ini menggelar Konferensi Internasional dengan mengangkat tema besar Child and Adolescent Mental Health. Konferensi ini berlangsung selama tiga hari, Kamis-Sabtu (05-07/11).

Konferensi Internasional ini akan diisi dengan kegiatan Seminar Nasional yang mengangkat tema Promoting Children’s Health, Development Wellbeing: Integrating Culture Diversity, Jum’at (06/11), di Ruang Teater Prof Dr Zakiah Daradjat dan diikuti mahasiswa serta segenap sivitas akademik Fakultas Psikologi UIN Jakarta.

Dalam kesempatan ini, hadir beberapa narasumber antara lain, Prof Panos Vostanis, Prof Dr Komarudin Hidayat MA, Prof Dr Meutia Farida Hatta Swasono, DR. Dr Nurmiati Amir S.pKJ (K), Bambang Suryadi Ph.D, Dr Risatianti Kolopaking M.Psi, Dr M. Asrorun Ni’am Sholeh MA, dan Dr Natris Indriyani M.Si.

Dekan Fakultas Psikologi UIN Jakarta Prof Dr Abdul Mujib M.Ag menjelaskan bahwa, Konferensi Internasional ini merupakan rangkaian Psychofair yang akan dilaksanakan selama tiga hari.

“Saya berharap dengan mengikuti acara ini, para mahasiswa dan sivitas akademik Fakultas Psikologi UIN Jakarta mampu menambah pengetahuan baru, terutama dalam pembinaan mental generasi muda saat ini dan selanjutnya,” paparnya.

Ketua pelaksana Mohammad Avicenna M.HSc.Psy mengatakan, pembinaan mental anak dan remaja dewasa ini sangatlah penting untuk diperhatikan, banyak faktor yang menyebabkan bobroknya mental generasi muda saat ini, tidak hanya menjadi subyek kekerasan dan kenakalan remaja, namun tidak sedikit pula yang menjadi objek kekerasan.

“Melihat fakta yang sudah sangat memprihatikan tersebut, kiranya perlu kesadaran dan langkah nyata  untuk dapat mengatasi krisis kesehatan mental generasi muda saat ini,” paparnya.

Hasil paparan diantara pemateri menyatakan bahwa, faktor yang menjadi dasar kesehatan mental anak diantaranya, budaya di setiap daerah, peran agama yang menjadi panduan hidup, pola asuh dan hubungan yang baik dari orangtua, bahkan meaningfull (pola makan yang baik dan benar sesuai forsi dan kebutuhan tubuh).

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr M. Asrorun Ni’am Sholeh MA menjelaskan, keadaan lingkungan sangat mempengaruhi kesehatan mental anak. Sehingga menjadi tugas bersama untuk menciptakan lingkungan yang baik, sehat dan harmonis, agar mental generasi muda penerus perjuangan bangsa akan sehat pula. (RS/LRF)