Lemlit Teliti PKBM di Tiga Provinsi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

Ruang Diorama, Berita UIN Online - Lembaga Penelitian (Lemlit) UIN Jakarta yang bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Kementerian Pendidikan Nasional menggelar penelitian tentang pembiayaan pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan sampel di tiga provinsi.

“Penelitian ini dilakukan guna mencerdaskan masyarakat melalui sekolah formal dan informal di masyarakat dengan tujuan untuk mengidentifikasi sumberdaya khususnya pembiayaan yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan pendidikan melalui PKBM,” ucap ketua Lemlit UIN Jakarta Abbas Ghozali PhD saat seminar hasil penelitian bertajuk Pembiayaan Pendidikan Masyarakat di Ruang Diorama, Selasa (28/12).

Menurutnya, fokus yang menjadi bahan penelitian meliputi lima program yaitu Pendidikan Keaksaraan fungsional, Pendidikan Kesetaraan, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Keterampilan dan Taman Baca Masyarakat. Hal ini semua ada di program PKBM.

Adapun provinsi yang menjadi bahan sampel yaitu provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dengan jumlah PKBM sebanyak 36 sampel. “Ketiga wilayah ini mempunyai PKBM yang cukup memadai dan relatif baik untuk dijadikan sebagai bahan sampel nasional dengan harga pasar Jakarta dalam pembiayaan semua kebutuhan operasional pendidikan PKBM seperti tutor dan fasilitas bangunan dan isinya ,” tuturnya.

Sedangkan cakupan penelitian tersebut, lanjut dia, hanya menghitung biaya, seperti biaya kerja per PKBM, biaya PKBM per tahun, dan biaya per tahun bagi tiap wajib belajar. “Hal ini semua untuk pendidikan masyarakat, pendidikan keaksaraan dasar dan pendidikan keaksaraan usaha mandiri,” tegasnya.

Abbas memaparkan, hasil penelitian Lemlit yang berlangsung selama dua bulan ini (November-Desember 2010) menunjukkan, kebutuhan  dalam pendirian PKBM meliputi pembiayaan lahan, bangunan, peralatan dan operasional lainnya dengan jangka waktu per tahun menghabiskan dana sangat besar. Misalnya lanjut dia, pendirian untuk dua program saja menghabiskan dana sebesar Rp 2 milyar, jika tiga program menghabiskan dana sebesar Rp 3 milyar dan jika empat program menghabiskan dana sebesar Rp 3,7 milyar.

Hasil penelitian ini lanjut dia, digunakan sebagai bahan acuan dalam pendirian PKBM Kementerian Pendidikan Nasional berikutnya, agar mengetahui jumlah standar dalam pembiayaan PKBM. []