Lembaga Harus Beri Perhatian Lebih Pada PR

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Public Relations Gathering 2016. Humas Perguruan Tinggi se-Jabodetabek. Bertempat di Merlynn Park Hotel, Selasa (26/04).

Public Relations Gathering 2016. Humas Perguruan Tinggi se-Jabodetabek.
Bertempat di Merlynn Park Hotel, Selasa (26/04).

Merlynn Park Hotel, BERITA UIN Online— Lembaga harus lebih memperhatian unit pelayanan informasi kepada publik (Public Relations). Pasalnya, gambaran positif kinerja lembaga tergantung kreatifitas unit pelayanan informasi tersebut.

Demikian simpulan dari acara Public Relations Gathering 2016 yang diadakan oleh Tempo Media Group, bertempat di Merlynn Park Hotel, Selasa (26/04). Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, Wahyu Dyatmika (Kepala Pusat Peliputan TEMPO) dan Yosep Suprayogi (Kepala Pengembangan Produk Digital TEMPO).

Acara yang bertema Peran Media Sosial Sebagai Faktor Pendukung Kesuksesan Penyebaran Press Release yang Efektif dan Berdampak Besar ini diikuti seluruh Humas Perguruan Tinggi se-Jabodetabek dan tamu undangan.

Dalam pemaparannya, Wahyu Dyatmika lebih menjelaskan tentang undang-undang press, teknik dalam penulisan press release yang baik dan dapat menarik perhatian audiens (pembaca), selain itu pula hal-hal yang mesti diperhatikan lembaga terkait PR.

“Dalam penulisan press release hendaknya memperhatikan hal-hal yang penting untuk dipublish, hindari kata-kata yang ambigu dan hendaknya selalu ter-linkage agar mudah ditemukan oleh mesin pencari,” paparnya.

Ditempat yang sama, Yosep memaparkan terkait teknis penulisan secara detail, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan serta pentingnya lembaga atau perguruan tinggi memperhatikan sub bagian humas.

“Wajah sebuah universitas atau perguruan tinggi, akan baik atau pun buruk sangat bergantung pada pemberi informasi (humas). Oleh karena itu, tidak bijak jika bagian ini dipandang sebelah mata,” jelasnya lugas.

Ditambahkan Yosep, perlu adanya pelatihan, workshop dan training bagi humas agar semakin taktis dalam menghadapi setiap kemungkinan terkait perguruan tinggi tempat mereka mengabdi. Pasalnya, dunia maya saat ini siapa pun bebas dan berhak menulis apapun, dimana pun, dan kapan pun.(LRF)