Auditorium, BERITA UIN Online – Pimpinan UIN Jakarta meminta para dosen dan pegawai yang akan bertugas menjadi pengawas ujian dapat melayani para peserta dengan senyum. Pimpinan juga mengharapkan tidak ada perlakuan diskriminasi terhadap peserta ujian yang tidak berhijab maupun yang bercadar.

Hal itu dikatakan Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama (BAAKK) Drs Zaenal Arifin MPdI saat memimpin rapat persiapan pengawas ujian masuk UIN Jakarta jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri di Auditorium Harun Nasution, Kamis (8/6/2017). Turut mendampingi Kepala Bagian Akademik Ir Yarsi Berlianti MSi.

“Kita harus maklumi bahwa hampir semua peserta ujian pasti belum hafal lokasi kampus UIN Jakarta dan karakter di dalamya. Karena itu kami meminta agar para pengawas agar melayani mereka dengan baik dan dengan senyuman, misalnya saat membantu menunjukkan arah lokasi ujian,” ujarnya.

Zaenal mengatakan, peserta ujian jalur SPMB Mandiri tahun akademik 2017/2018 mencapai lebih dari 17.000 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah dan sekolah serta memiliki karakter yang berbeda.

Untuk menampung jumlah peserta tersebut, panitia telah menyiapkan beberapa titik lokasi ujian, baik di kampus 1 maupun kampus 2, termasuk gedung-gedung non perkuliahan serta sekolah-sekolah terdekat. Bahkan untuk alamat gedung dan ruangan kelas, mereka juga telah diberikan informasi secara jelas, misalnya melalui kartu peserta ujian masing-masing.

“Insya Allah alamatnya jelas, tapi tetap harus kita arahkan karena khawatir masih banyak yang belum hafal lokasi. Karena itu kami minta para pengawas maupun petugas lain dapat memberikan pelayanan sebaik-sebaiknya kepada mereka,” ujarnya.

Terhadap peserta yang tidak mengenakan hijab, Zaenal meminta agar pengawas tidak melakukan tindakan sepihak. “Jika ada peserta yang tidak berhijab jangan mengambil tindakan sendiri, misalnya melarang peserta mengikuti ujian. Mereka masih peserta dan calon mahasiswa jadi boleh saja mengikuti ujian,” tegasnya.

Sedangkan bagi peserta yang bercadar, pengawas diminta agar memeriksanya dengan cermat. Sebab dikhawatirkan yang bersangkutan bukan asli wanita atau berpura-pura sebagai peserta ujian alias joki.

“Ya harus diperiksa juga. Khawatir saat dibuka cadarnya malah berkumis,” katanya.

Ujian SPMB Mandiri akan digelar pada 10-11 Juni 2017 mulai pukul 07.30. Peserta ujian terdiri atas kelompok A (agama), kelompok B (Sosial), kelompok C (Sains), kelompok AB (Agama dan Sosial), kelompok CA (Sains dan Agama), dan kelompok CB (Sains dan Sosial). Dalam seleksi tersebut, panitia melibatkan sekitar 700 pengawas, baik dari unsur dosen, pegawai, dan guru. (ns)

Share This