Lakukan Pengembangan, Ma’had Jami’ah Terapkan Konsep Baru

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
IMG-20160910-WA0014-300x225

Pesantren Mahasiswi dan Asrama Putri (Aspi) yang namanya berubah menjadi Ma’had Syarifah Muda’im, salah satu dari lima ma’had yang berada di bawah koordinasi UPT Ma’had Jami’ah UIN Jakarta

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online– Merujuk pada peraturan Menteri Agama RI No. 6 Tahun 2013 tentang Organisasi Tata Kerja (Ortaker) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, disebutkan bahwa Ma’had al-Jamiah merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang membawahi beberapa asrama.

“Saat ini di UIN Jakarta masih terdapat dualisme istilah, yaitu Asrama dan Ma’had. Dalam rencana pengembangannya, kami akan melakukan penyatuan istilah tersebut menjadi Ma’had al-Jami’ah,” ujar Kepala UPT Ma’had al-Jami’ah Dr Akhmad Sodiq MA di ruang kerjanya, Kantor UPT Ma’had al-Jami’ah, Selasa (11/10/16).

Sebagai langkah awal pembenahan, lanjutnya, lima gedung yang berada di bawah UPT Ma’had al-Jami’ah akan dirubah namanya. Ma’had Putra berubah menjadi Ma’had Syekh Nawawi, Asrama Putri (Aspi) menjadi Ma’had Syarifah Muda’im, Asrama Putra (Aspa) menjadi Ma’had Syekh Abdul Karim, Aspa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) menjadi Ma’had Syekh Asnawi, dan Aspi FKIK menjadi Ma’had Syarifah Khadijah.

“Tidak ada istilah asrama lagi sekarang, semua dirubah menjadi ma’had,” imbuh dosen Ilmu Akhlak Tasawuf Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) ini.

Menurut Sodiq, perubahan nama ini sangat beralasan, mengingat nama-nama tersebut masih ada keterkaitannya dengan nama Syarif Hidayatullah. Syeikh Nawawi (lahir 1813 M) misalnya, seorang ulama Indonesia asal Banten bertaraf Internasional. Beliau masih keturunan Maulana Hasanuddin putra Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) Cirebon.

Sedangkan Syekh Abdul Karim (lahir 1840 M), beliau adalah seorang ulama asal Tanara Banten yang menjadi Khalifah Tarikat Qadiriyah wa Naqsyabandiyyah (TQN) di Asia Tenggara dan Makkah al-Mukarromah. Kakek buyutnya adalah Maulana Hasanuddin.

Selanjutnya, Shekh Asnawi (lahir 1850) Caringin Banten masih keturunan Raden Fattah. Beliau adalah murid Syekh Nawawi. Sementara Syarifah Mudaim adalah ibu Syarif Hidayatullah dan Syarifah Khadijah adalah putri Syarif Hidayatullah yang keturunannya menjadi cikal bakal ulama-ulama besar Pasuruan Jawa Timur.

Setelah ada perubahan nama yang tinggal menunggu persetujuan Rektor UIN Jakarta, Sodiq menjelaskan, akan dilakukan pembinaan secara intensif di semua gedung ma’had. Sebelumnya, hanya Ma’had Putra, Ma’had Putri dan Asrama FKIK Putra serta Putri saja yang diberikan pembinaan, sedangkan untuk Aspi belum ada pembinaan.

Ditegaskannya, dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, Ma’had al-Jami’ah akan mengoptimalkan peran mudabbir dan mudabbiroh (pengurus) baik putra maupun putri dengan proporsi 1: 15 yang akan didukung dengan buku monitoring dan buku panduan ibadah, dzikir dan doa sebagai alat yang dijadikan sebagai tolok ukur program.

“Dengan adanya pendampingan yang optimal dari mudabbir dan mudabbiroh tersebut, diharapkan “kultur” ma’had dapat segera terwujud,” harap Sodiq.

Dari segi recruitment mahasantri (mahasiswa), lanjut dosen yang selalu berkopiah tersebut, baru ada usulan kerja sama Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk mema’hadkan seluruh mahasiswa baru, sehingga kualitas dari para penghuni ma’had dapat menjadi lebih baik. (mf)