Lajnah Al-Quran dan Prodi TH Gelar Diklat Tashih

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Lajnah Pentashih Mushaf Al Quran (LPMA) Kementerian Agama RI dan Jurusan Tafsir Hadis, Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta meneken kerjasama dan penyelenggaraan program Pelatihan Diklat Pentashihan Mushaf Al Quran untuk mahasiswa. Kerjasama dan pembukaan pelatihan ini diadakan di Meeting Room Fakultas Ushuluddin, dimulai sejak Senin 2 Mei 2016.

Lajnah Pentashih Mushaf Al Quran (LPMA) Kementerian Agama RI dan Jurusan Tafsir Hadis, Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta meneken kerjasama dan penyelenggaraan program Pelatihan Diklat Pentashihan Mushaf Al Quran untuk mahasiswa. Kerjasama dan pembukaan pelatihan ini diadakan di Meeting Room Fakultas Ushuluddin, dimulai sejak Senin 2 Mei 2016.

Gd. FU, BERITA UINOnline—Lajnah Pentashih Mushaf Al Quran (LPMA) Kementerian Agama RI dan Jurusan Tafsir Hadis, Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta meneken kerjasama dan penyelenggaraan program Pelatihan Diklat Pentashihan Mushaf Al Quran untuk mahasiswa. Kerjasama dan pembukaan pelatihan ini diadakan di Meeting Room Fakultas Ushuluddin, dimulai sejak Senin 2 Mei 2016.

Kerjasama dilakukan dengan penandatanganan naskah MoUantara Jurusan Tafsir Hadis dengan LPMA yang diwakili Dekan Fakultas Ushuluddin Prof. Dr. Masri MansoerMA dan Dr. Muchlis M. Hanafi dari LPMA. “Saat saya sampaikan pada rektor terkait adanya program ini, beliau sangat antusias, dan menyarankan pelatihan ini tidak hanya untuk mahasiswa Tafsir Hadis,” ujar Masri.

Pelatihan ini dibimbing oleh Dr. Ahsin Sakho’ Muhammad, MA., Dr. Muchlis M. Hanafi, MA., H. Ahmad Badruddin, Lc, MA., serta tim lainnya dari LPMA Kemenag RI . Pelatihan ini meliputi teknis-teknis penulisan mushaf, sejarah mushaf Indonesia, sampai kebijakan penerbitan mushaf di Indonesia. Rencananya diklat ini akan dilangsungkan dalam 14 sesi dalam satu bulan, tiga kali dalam seminggu.

Dr. Lilik Umi Kaltsum, Ketua Jurusan Tafsir Hadis UIN Jakarta, menyatakan bahwa keikutsertaan dalam diklat ini adalah kesempatan yang jarang didapatkan mahasiswa lain. “Silakan kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin, dengan rajin mengikuti pelatihan yang ada,” imbuhnya.

Sepuluh mahasiswa terbaik yang mengikuti pelatihan ini nantinya akan berkesempatan magang di LPMA Kemenag RI, serta akan mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Berdasarkan keterangan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tafsir Hadis UIN Jakarta M. Alvin Nur Choironi, pendaftar pelatihan ini mencapai 70 orang. “Pada awalnya pelatihan ini dibuka untuk mahasiswa semester empat dan enam. Namun ada juga mahasiswa semester atas yang mengikuti diklat pentashihan ini,” terang Alvin. (Laporan Muhammad Iqbal Syauqi)