Lagi, KSR PMI Gelar Donor Darah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah

 

Aula SC, UINJKT Online — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Suka Rela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) mengggelar donor darah dalam rangka memasok kekurangan darah khususnya di Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang.

 

”Hal ini kami lakukan untuk memenuhi stok yang sudah defisit di UTDC Kabupaten Tangerang,” ujar ketua panitia Galuh Kartika saat ditemui UINJKT Online di Aula Student Center Senin (24/11).

 

Kegiatan donor darah yang dilakukan area Aula SC beberapa minggu yang lalu sudah digelar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Akan tetapi UKM KSR PMI tidak berkecil hati untuk menggelar kembali kegiatan donor darah.

 

”Pada beberapa bulan yang lalu tidak sempat dilakukan dikarenakan UTDC Kabupaten Tangerang saat itu persediaan darahnya masih banyak, sehingga dipending,” ujar mahasiswa semester tiga ini.

 

Biasanya UKM KSR PMI melakukan kegiatan donor darah setiap tiga bulan sekali, dan kegiatan ini merupakan salah satu program yang harus dilakukan anggota UKM KSR PMI. Kemudian UKM KSR PMI sudah kerjasama dengan UTDC Kabupaten Tangerang dalam tempo waktu yang lama. Sehingga pada saat UTDC Kabupaten Tangerang stok masih banyak tidak diberikan pada UTDC yang lain.

 

Target donor darah kali ini, UKM KSR PMI menargetkan sedikitnya100 kantong darah dari berbagai golongan darah. Pada saat UINJKT Online menemui diruang pendaftaran sekitar pukul 10.35 yang sudah mengikuti tes kesehatan sekitar 38 orang. Kegiatan donor darah ini berakhir pada 13.00 WIB.

 

”Adapun bagi yang ingin mendonorkan darah, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi seorang pendonor yaitu berat badan minimal 45 kg, tensinya harus normal, tidak dalam keadaan sakit, khusus bagi wanita tidak dalam keadaan haid. Terakhir diupayakan bagi pendonor agar tidak berbohong baik itu saat mengisi formulir maupun saat diwawancara karena akan merugikan orang lain,” ucap mahasiswa FITK. [Nif/Ed]

 

 

Lagi, KSR PMI Gelar Donor Darah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah

 

Aula SC, UINJKT Online — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Suka Rela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) mengggelar donor darah dalam rangka memasok kekurangan darah khususnya di Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang.

 

”Hal ini kami lakukan untuk memenuhi stok yang sudah defisit di UTDC Kabupaten Tangerang,” ujar ketua panitia Galuh Kartika saat ditemui UINJKT Online di Aula Student Center Senin (24/11).

 

Kegiatan donor darah yang dilakukan area Aula SC beberapa minggu yang lalu sudah digelar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Akan tetapi UKM KSR PMI tidak berkecil hati untuk menggelar kembali kegiatan donor darah.

 

”Pada beberapa bulan yang lalu tidak sempat dilakukan dikarenakan UTDC Kabupaten Tangerang saat itu persediaan darahnya masih banyak, sehingga dipending,” ujar mahasiswa semester tiga ini.

 

Biasanya UKM KSR PMI melakukan kegiatan donor darah setiap tiga bulan sekali, dan kegiatan ini merupakan salah satu program yang harus dilakukan anggota UKM KSR PMI. Kemudian UKM KSR PMI sudah kerjasama dengan UTDC Kabupaten Tangerang dalam tempo waktu yang lama. Sehingga pada saat UTDC Kabupaten Tangerang stok masih banyak tidak diberikan pada UTDC yang lain.

 

Target donor darah kali ini, UKM KSR PMI menargetkan sedikitnya100 kantong darah dari berbagai golongan darah. Pada saat UINJKT Online menemui diruang pendaftaran sekitar pukul 10.35 yang sudah mengikuti tes kesehatan sekitar 38 orang. Kegiatan donor darah ini berakhir pada 13.00 WIB.

 

”Adapun bagi yang ingin mendonorkan darah, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi seorang pendonor yaitu berat badan minimal 45 kg, tensinya harus normal, tidak dalam keadaan sakit, khusus bagi wanita tidak dalam keadaan haid. Terakhir diupayakan bagi pendonor agar tidak berbohong baik itu saat mengisi formulir maupun saat diwawancara karena akan merugikan orang lain,” ucap mahasiswa FITK. [Nif/Ed]