Kurnia Irfiyanti : Berantas Korupsi Sejak Dini

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Irma Wahyuni

SMU Triguna, UINJKT Online – Tidak bisa dipungkiri lagi, korupsi memang menjadi salah satu masalah utama di negara Indonesia yang terkenal kaya akan sumberdaya alam. Kasus korupsi sudah menjadi budaya bangsa ini. Kendati demikian, setidaknya jumlah koruptor di Indonesia harus dikurangi dengan cara pemberantasan korupsi sejak dini.

Budaya korupsi dapat dirasakan dampaknya secara konkret oleh rakyat seperti makin sempitnya lapangan pekerjaan, banyaknya kasus PHK, gizi buruk, meningkatnya angka kemiskinan dan banyaknya anak putus sekolah.

Hal tersebut dipaparkan oleh Kurnia Irfiyanti, anggota Tim Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK bidang Unit Pendidikan, saat ditemui UINJKT Online di sela-sela acara Pendidikan Antikorupsi untuk Pelajar” yang diadakan Community of People Againts Corruption (CPA) UIN Jakarta di SMU Triguna Utama, Ciputat Timur, Sabtu (21/03).

Menurutnya, kesadaran antikorupsi perlu ditanamkan sejak dini pada generasi bangsa Indonesia. Mereka harus diajarkan dan diberi contoh teladan akan pentingnya kejujuran sejak dini, baik oleh keluarga, sekolah, kampus maupun KPK. Tim KPK mencoba untuk mensosialisasikan program antikorupsi dengan cara melatih para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam tim pemberantasan korupsi di masing-masing universitas yang mereka geluti, salah satunya adalah CPA.

Selain itu, lanjutnya, kesadaran antikorupsi juga harus diawali dengan mengkritisi prilaku diri kita sendiri. Misalnya apakah yang dilakukan sudah cukup adil dan merugikan orang lain atau tidak.

“Bagaimanapun mereka adalah generasi penerus bangsa. Jika mereka ditanamkan kesadaran untuk antikorupsi sejak dini, maka setelah menjadi penguasa atau pengusaha, mereka akan menjadi para pejabat yang jujur dan memakmurkan rakyatnya,” ujar Kurnia.

Ia menyarankan agar generasi muda harus mengetahui mengenai dampak dan bahaya korupsi bagi penurunan kualitas kepribadian diri mereka sendiri dan dampaknya bagi orang lain. Selain itu, generasi muda dituntut lebih jeli dalam melihat fakta-fakta korupsi, bagaimana cara menyikapinya dan ke mana harus melapor.

“Jika mereka belum mampu bertindak sekritis itu, setidaknya mereka harus merasa jijik pada tindak korupsi sekecil apa pun dan dalam bentuk apa pun,” papar Kurnia. (ima)

 

 

 

 

 

Kurnia Irfiyanti : Berantas Korupsi Sejak Dini

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Irma Wahyuni

SMU Triguna, UINJKT Online – Tidak bisa dipungkiri lagi, korupsi memang menjadi salah satu masalah utama di negara Indonesia yang terkenal kaya akan sumberdaya alam. Kasus korupsi sudah menjadi budaya bangsa ini. Kendati demikian, setidaknya jumlah koruptor di Indonesia harus dikurangi dengan cara pemberantasan korupsi sejak dini.

Budaya korupsi dapat dirasakan dampaknya secara konkret oleh rakyat seperti makin sempitnya lapangan pekerjaan, banyaknya kasus PHK, gizi buruk, meningkatnya angka kemiskinan dan banyaknya anak putus sekolah.

Hal tersebut dipaparkan oleh Kurnia Irfiyanti, anggota Tim Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK bidang Unit Pendidikan, saat ditemui UINJKT Online di sela-sela acara Pendidikan Antikorupsi untuk Pelajar” yang diadakan Community of People Againts Corruption (CPA) UIN Jakarta di SMU Triguna Utama, Ciputat Timur, Sabtu (21/03).

Menurutnya, kesadaran antikorupsi perlu ditanamkan sejak dini pada generasi bangsa Indonesia. Mereka harus diajarkan dan diberi contoh teladan akan pentingnya kejujuran sejak dini, baik oleh keluarga, sekolah, kampus maupun KPK. Tim KPK mencoba untuk mensosialisasikan program antikorupsi dengan cara melatih para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam tim pemberantasan korupsi di masing-masing universitas yang mereka geluti, salah satunya adalah CPA.

Selain itu, lanjutnya, kesadaran antikorupsi juga harus diawali dengan mengkritisi prilaku diri kita sendiri. Misalnya apakah yang dilakukan sudah cukup adil dan merugikan orang lain atau tidak.

“Bagaimanapun mereka adalah generasi penerus bangsa. Jika mereka ditanamkan kesadaran untuk antikorupsi sejak dini, maka setelah menjadi penguasa atau pengusaha, mereka akan menjadi para pejabat yang jujur dan memakmurkan rakyatnya,” ujar Kurnia.

Ia menyarankan agar generasi muda harus mengetahui mengenai dampak dan bahaya korupsi bagi penurunan kualitas kepribadian diri mereka sendiri dan dampaknya bagi orang lain. Selain itu, generasi muda dituntut lebih jeli dalam melihat fakta-fakta korupsi, bagaimana cara menyikapinya dan ke mana harus melapor.

“Jika mereka belum mampu bertindak sekritis itu, setidaknya mereka harus merasa jijik pada tindak korupsi sekecil apa pun dan dalam bentuk apa pun,” papar Kurnia. (ima)