Kualitas Iman Bergantung pada Pembentukan Akhlak

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

 

Masjid Fathullah, UIN Online - Kualitas iman seseorang dapat dilihat baik akhlaknya. Karena itu pembentukan akhlak yang baik sangat dianjurkan. Terlebih Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia tidak lain untuk menyempurnakan akhlak ummatnya.

 

Hal itu di diungkapkan mantan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Prof Dr Hasauddin AF MA saat ceramah tarawih bertema Puasa Membentuk Akhlak Terpuji di Masjid Fathullah, Kamis (27/8).

 

Menurut Hasauddin, kaitan antara iman dan akhlak sangat kuat. Dalam hadist misalnya, dikatakan tidak sempurna iman seseorang jika tidak menyayangi saudaranya seperti menyayangi dirinya sendiri. “Di sinilah peran akhlak dibutuhkan dalam kehidupan. Akhlak rendah, iman pun rendah,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Hasauddin mengatakan, dalam ibadah juga menandakan penuh dengan muatan akhlak. Puasa salah satunya, mengajarkan seseorang untuk peduli terhadap orang lain.

 

“Di samping kita belajar akhlak dengan membayar zakat. Tapi, di situlah salah satu kewajiban orang yang beriman,” jelasnya. Ia menyebutkan, salah satu pembelajaran puasa seperti, melatih sifat sabar, sosial, dan kejujuran. []

Kualitas Iman Bergantung pada Pembentukan Akhlak

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

 

Masjid Fathullah, UIN Online - Kualitas iman seseorang dapat dilihat baik akhlaknya. Karena itu pembentukan akhlak yang baik sangat dianjurkan. Terlebih Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia tidak lain untuk menyempurnakan akhlak ummatnya.

 

Hal itu di diungkapkan mantan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Prof Dr Hasauddin AF MA saat ceramah tarawih bertema Puasa Membentuk Akhlak Terpuji di Masjid Fathullah, Kamis (27/8).

 

Menurut Hasauddin, kaitan antara iman dan akhlak sangat kuat. Dalam hadist misalnya, dikatakan tidak sempurna iman seseorang jika tidak menyayangi saudaranya seperti menyayangi dirinya sendiri. “Di sinilah peran akhlak dibutuhkan dalam kehidupan. Akhlak rendah, iman pun rendah,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Hasauddin mengatakan, dalam ibadah juga menandakan penuh dengan muatan akhlak. Puasa salah satunya, mengajarkan seseorang untuk peduli terhadap orang lain.

 

“Di samping kita belajar akhlak dengan membayar zakat. Tapi, di situlah salah satu kewajiban orang yang beriman,” jelasnya. Ia menyebutkan, salah satu pembelajaran puasa seperti, melatih sifat sabar, sosial, dan kejujuran. []