Krisis Multi Dimensi Sebabkan Negara Rumit

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Irma Wahyuni

SMU Triguna, UINJKT Online – Semakin meningkatnya berbagai krisis multidimensi menyebabkan permasalahan negara menjadi kian rumit. Mulai dari kasus korupsi, kolusi dan nepotisme, meningkatnya angka kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, sampai kasus gizi buruk. Semua itu merupakan indikasi bahwa bangsa ini masih perlu banyak pembenahan di segala bidang.

Hal itu dikatakan Rahmat Hidayat dari Community of People Againts Corruption (CPA) dalam pelatihan pendidikan antikorupsi bagi para pelajar yang digelar di gedung SMA Trguna Ciputat, Sabtu (21/3). Kegiatan ini di antaranya dihadiri Kurnia Irfiyanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

“Deretan masalah perekonomian rakyat Indonesia merupakan bukti konkret dari bobroknya moral bangsa,” katanya. Kasus-kasus korupsi itu hingga kini masih marak, mulai dari tingkatan terkecil seperti sekolah, universitas hingga instansi-instansi pemerintah mencerminkan bahwa bangsa ini tengah mengalami krisis kejujuran.

Karena itu, manurut Rahmat, generasi muda perlu ditumbuhkan kesadarannya untuk selalu jujur pada dirinya sendiri dan lebih kritis dalam menanggapi fenomena korupsi yang ada di sekitar mereka.

“Kejujuran memang seperti terkesan sepele, bahkan setiap orang sudah mengetahuinya, tetapi kesadaran akan kejujuran perlu ditumbuhkan pada setiap orang. Kita tidak dapat menafikan bahwa permasalahan dan penderitaan rakyat banyak ditimbulkan oleh ketidakjujuran,” papar Rahmat.

Pelatihan pendidikan antikorupsi diikuti oleh sedikitnya 41 peserta.  Selain diisi dalam bentuk ceramah, pelatihan itu juga menayangkan pemutaran video tentang berbagai aksi demonstrasi siswa dalam menyikapi kasus korupsi di sekolah.

“Rasa malu pada diri sendiri, dan berbagai emosi menjadi campur aduk saat mengikuti acara pelatihan tersebut. Kami menjadi termotivasi untuk lebih kritis, bahkan sedikit radikal dalam menyikapi fenomena korupsi di sekitar lingkungan pendidikan kita sendiri”, ungkap Fedi Syahputra, Ketua OSIS SMU Triguna Utama. (ima)

 

 

 

Krisis Multi Dimensi Sebabkan Negara Rumit

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Irma Wahyuni

SMU Triguna, UINJKT Online – Semakin meningkatnya berbagai krisis multidimensi menyebabkan permasalahan negara menjadi kian rumit. Mulai dari kasus korupsi, kolusi dan nepotisme, meningkatnya angka kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, sampai kasus gizi buruk. Semua itu merupakan indikasi bahwa bangsa ini masih perlu banyak pembenahan di segala bidang.

Hal itu dikatakan Rahmat Hidayat dari Community of People Againts Corruption (CPA) dalam pelatihan pendidikan antikorupsi bagi para pelajar yang digelar di gedung SMA Trguna Ciputat, Sabtu (21/3). Kegiatan ini di antaranya dihadiri Kurnia Irfiyanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

“Deretan masalah perekonomian rakyat Indonesia merupakan bukti konkret dari bobroknya moral bangsa,” katanya. Kasus-kasus korupsi itu hingga kini masih marak, mulai dari tingkatan terkecil seperti sekolah, universitas hingga instansi-instansi pemerintah mencerminkan bahwa bangsa ini tengah mengalami krisis kejujuran.

Karena itu, manurut Rahmat, generasi muda perlu ditumbuhkan kesadarannya untuk selalu jujur pada dirinya sendiri dan lebih kritis dalam menanggapi fenomena korupsi yang ada di sekitar mereka.

“Kejujuran memang seperti terkesan sepele, bahkan setiap orang sudah mengetahuinya, tetapi kesadaran akan kejujuran perlu ditumbuhkan pada setiap orang. Kita tidak dapat menafikan bahwa permasalahan dan penderitaan rakyat banyak ditimbulkan oleh ketidakjujuran,” papar Rahmat.

Pelatihan pendidikan antikorupsi diikuti oleh sedikitnya 41 peserta.  Selain diisi dalam bentuk ceramah, pelatihan itu juga menayangkan pemutaran video tentang berbagai aksi demonstrasi siswa dalam menyikapi kasus korupsi di sekolah.

“Rasa malu pada diri sendiri, dan berbagai emosi menjadi campur aduk saat mengikuti acara pelatihan tersebut. Kami menjadi termotivasi untuk lebih kritis, bahkan sedikit radikal dalam menyikapi fenomena korupsi di sekitar lingkungan pendidikan kita sendiri”, ungkap Fedi Syahputra, Ketua OSIS SMU Triguna Utama. (ima)