KPA Arkadia Gelar Kejuaran Nasional Panjat Dinding

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Hall Student Centre, UIN Online - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Pecinta Alam (KPA) Arkadia menggelar kejuaraan panjat dinding. Jika dua tahun lalu KPA Arkadia menyelenggarakan kompetisi panjat dinding se-Jabodetabek, maka tahun ini tingkat nasional yang diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Kompetisi ini berlangsung selama tiga hari, Jumat- Minggu (3-5/12).

Ketua Panitia  Farkhan Basyirudin, mengatakan, kejuaraan panjat dinding ini merupakan bentuk pengenalan bagi mahasiswa baru mengenai UKM terutama Arkadia. Di samping itu, kejuaraan ini merupakan program Arkadia yang sudah direncanakan sebelumnya mengingat Arkadia memiliki peran strategis sebagai Koordinator Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) se-Indonesia. Farkhan juga mengusahakan kegiatan ini dipercepat satu hari yang semula tanggal 3-6 Desember menjadi 3-5 Desermber. Hal itu mengingat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan serta supaya tidak terlalu mengganggu aktivitas kuliah.

Kompetisi tingkat nasional ini diikuti sekitar 150 peserta yang dibagai ke dalam tiga kategori yaitu kategori umum putra (70 orang) , kategori umum putri (10 orang), dan kategori umur (80 orang). Dimana kategori umum semua kalangan bisa mengikuti kompetisi di ajang bergengsi ini kecuali atlet Pekan Olahraga Nasional (PON). Sedangkan untuk kategori umur yaitu mereka yang usia dibawah 19 tahun. Para peserta berasal dari Nangroe Aceh Darussalam (NAD), DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, dan Sulawesi Selatan.

“Kami sengaja tidak menyertakan atlet PON untuk berpartisipasi dan  memisahkan kategori tersebut supaya terjadi kesetaraan antarpeserta sehingga peserta merasa percaya diri akan kemampuannya untuk menjuarai lomba ini,” terang Farkhan.

Adapun teknis perlombaan kali ini tidak berbeda dengan kompetisi panjat dinding pada umumnya. Permainan tersebut menerapkan  sistem fleksibel dengan papan panjat difficult setinggi 20 meter. Papan yang nantinya akan dipanjat, akan diberi titik pijakan pada setiap daerah untuk membantu peserta mencapai puncak ketinggian. Para peserta juga telah dilengkapi standar perlengkapan prosedur keamanan dan keselamatan. Sebelum, memanjat peserta akan dikarantina dahulu. Hal ini agar peserta tidak tahu saat memanjat daerah-daerah yang akan dilaluinya. Setelah  dikarantina, selanjutnya mereka akan dibawa ke tempat panjat dinding tersebut dengan pemberian waktu lima menit untuk mengetahui daerah yang akan dijajakinya kemudian langsung mulai.

Dalam kompetisi ini, panitia melibatkan para tim juri dari Federasi Panjat Tebing Indonesia. Para juri menilai peserta dari segi  kecepatan dan ketinggian dalam menggapai puncak papan dinding. Peserta yang berhasil menggapai papan dinding tertinggi dan tercepat itulah pemenangnya. Panitia kompetisi panjat tabing ini telah menyediakan hadiah berupa uang senilai 10 juta rupiah.

Kompetisi ini dimeriahkan oleh bazaar dan live music. Bazaar yang disediakan oleh panitia ini diisi dengan hal yang berhubungan dengan keperluan mahasiswa. Ketua panitia berharap kegiatan ini berlangsung dan bisa memupuk jiwa sportivitas bagi semua generasi. []