Korpri Latih PNS Sebelum Pensiun

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriani

RSU, UIN Online
– Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) membuat langkah baru untuk menyejahterakan anggotanya. Di antaranya, melatih PNS yang mendekati masa pensiun.

Pelatihan tersebut diberikan pada PNS yang dua tahun lagi akan pensiun. Pelatihan yang diberikan, seperti berternak, berkebun, perikanan, otomotif, yang nantinya bisa dijadikan mata pencaharian setelah pensiun.

“Tahun 2009 kita sudah memulainya dan sudah melakukan pelatihan selama dua kali. Pelatihan itu dilakukan selama delapan hari dan 80 persennya praktek langsung di lapangan dan 20 persennya teori,” jelas Wakil Ketua Dewan Pembina Korpri DKI Jakarta Zainal Arifin saat Sosialisasi Paradigma Baru Korpri di Ruang Sidang Utama (RSU), Selasa (15/6).

Menurutnya, Korpri saat ini memiliki paradigma baru yang merupakan hasil Munas tahun 2009. Paradigma baru itu disingkat PNS, yang merupakan kepanjangan dari Profesionalisme, Netral, dan Sejahtera. Dalam kesempatan tersebut, Zainal lebih banyak membahas tentang kesejahteraan.

Selain pelatihan tadi, Korpri juga akan membuat kartu anggota lengkap dengan fasilitas yang memberikan kemudahan kepada anggota. Fasilitas itu seperti potongan harga bagi pegawai negeri yang menggunakan jasa transportasi dari PT PELNI, PT ASDP, PERUM DAMRI, dan PT KAI, Jasa Farmasi dan Alat Medis dari PT Kimia Farma, serta Jasa Perhotelan dari Hotel Indonesia Natour, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan Hotel Arjuna Plaza.

Tak kalah penting, yang menjadi perhatian peserta sosialisasi yang hadir yaitu beasiswa bagi anak anggota Korpri, dan fasilitas kesehatan. Ini juga yang menjadi topik diskusi hangat. Korpri setidaknya akan memperbaharui kebijakan asuransi kesehatan yang selama ini kurang maksimal, sehingga bisa lebih menjamin kesejahteraan pegawai.

Sementara untuk biaya pendidikan anak pegawai negeri, Korpri bersama dengan Bank DKI dan Bank Syariah Mandiri memberikan kemudahan dalam hal peminjaman dana. Sedangkan, beasiswa akan dirancang agar diberikan kepada anak anggota Korpri yang membutuhkan.

Untuk membiayai itu semua Korpri akan menarik iuran kepada anggota, yang besarannya disesuaikan dengan golongan. Iuran dari 900.000 anggota Korpri DKI Jakarta akan dikelola untuk merealisasikan program tersebut.

Turut hadir dalam acara tersebut Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar dan Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Drs H Abd Shomad, MA.

Korpri Latih PNS Sebelum Pensiun

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriani

RSU, UIN Online
– Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) membuat langkah baru untuk menyejahterakan anggotanya. Di antaranya, melatih PNS yang mendekati masa pensiun.

Pelatihan tersebut diberikan pada PNS yang dua tahun lagi akan pensiun. Pelatihan yang diberikan, seperti berternak, berkebun, perikanan, otomotif, yang nantinya bisa dijadikan mata pencaharian setelah pensiun.

“Tahun 2009 kita sudah memulainya dan sudah melakukan pelatihan selama dua kali. Pelatihan itu dilakukan selama delapan hari dan 80 persennya praktek langsung di lapangan dan 20 persennya teori,” jelas Wakil Ketua Dewan Pembina Korpri DKI Jakarta Zainal Arifin saat Sosialisasi Paradigma Baru Korpri di Ruang Sidang Utama (RSU), Selasa (15/6).

Menurutnya, Korpri saat ini memiliki paradigma baru yang merupakan hasil Munas tahun 2009. Paradigma baru itu disingkat PNS, yang merupakan kepanjangan dari Profesionalisme, Netral, dan Sejahtera. Dalam kesempatan tersebut, Zainal lebih banyak membahas tentang kesejahteraan.

Selain pelatihan tadi, Korpri juga akan membuat kartu anggota lengkap dengan fasilitas yang memberikan kemudahan kepada anggota. Fasilitas itu seperti potongan harga bagi pegawai negeri yang menggunakan jasa transportasi dari PT PELNI, PT ASDP, PERUM DAMRI, dan PT KAI, Jasa Farmasi dan Alat Medis dari PT Kimia Farma, serta Jasa Perhotelan dari Hotel Indonesia Natour, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan Hotel Arjuna Plaza.

Tak kalah penting, yang menjadi perhatian peserta sosialisasi yang hadir yaitu beasiswa bagi anak anggota Korpri, dan fasilitas kesehatan. Ini juga yang menjadi topik diskusi hangat. Korpri setidaknya akan memperbaharui kebijakan asuransi kesehatan yang selama ini kurang maksimal, sehingga bisa lebih menjamin kesejahteraan pegawai.

Sementara untuk biaya pendidikan anak pegawai negeri, Korpri bersama dengan Bank DKI dan Bank Syariah Mandiri memberikan kemudahan dalam hal peminjaman dana. Sedangkan, beasiswa akan dirancang agar diberikan kepada anak anggota Korpri yang membutuhkan.

Untuk membiayai itu semua Korpri akan menarik iuran kepada anggota, yang besarannya disesuaikan dengan golongan. Iuran dari 900.000 anggota Korpri DKI Jakarta akan dikelola untuk merealisasikan program tersebut.

Turut hadir dalam acara tersebut Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar dan Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Drs H Abd Shomad, MA.