Konsentrasi MHU FDK Didik Mahasiswa ”Benahi Penyelenggaraan Haji”

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Akhwani Subkhi

Gedung FDK, UINJKT Online – Pembukaan Konsentrasi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) diarahkan untuk mendidik para mahasiswa memahami soal manajemen per-haji-an dan per-umrah-an di Tanah Air. Di tengah merosotnya citra penyelenggaraan ibadah haji dan umrah akhir-akhir ini, lulusan Konsentrasi MHU diharapkan akan mampu ikut membenahi persoalan manajemen haji dan umrah dengan baik.

Hal itu dikemukakan Dekan FDK Dr Arief Subhan dalam perbincangan dengan UINJKT Online di ruang kerjanya, Kamis (13/8). ”Kami melihat bahwa saat ini belum ada sebuah perguruan tinggi Islam yang membuka konsentrasi manajemen haji dan umrah dan mengkajinya secara mendalam,” katanya.

Menurut dia, pembukaan Konsentrasi MHU merupakan kebutuhan untuk memperbaiki penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Indonesia. Hal ini mengingat bahwa persoalan manajemen haji dan umrah sangat kompleks dan tidak sederhana. Dalam penyelenggaraan haji ada beberapa manajemen yang perlu dipahami dan dilaksanakan secara profesional di antaranya yang menyangkut transportasi, akomodasi, dan konsumsi.

”Dari tahun ke tahun pelaksanaan manajemen tersebut banyak dikritik masyarakat karena sering amburadul,” katanya.

Konsentrasi MHU FDK mulai dibuka tahun akademik 2009/2010 ini. Jumlah mahasiswa yang diterima untuk angkatan pertama sebanyak 20 orang atau setara dengan satu kelas yang dijaring melalui seleksi Ujian Mandiri.

”Peminat Konsentrasi MHU sebetulnya tinggi. Namun, karena keterbatasan kelas, FDK hanya menerima satu kelas. Insya Allah ke depan akan diupayakan untuk ditambah,” jelas Arief.

 

Konsentrasi MHU FDK Didik Mahasiswa ”Benahi Penyelenggaraan Haji”

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Akhwani Subkhi

Gedung FDK, UINJKT Online – Pembukaan Konsentrasi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) diarahkan untuk mendidik para mahasiswa memahami soal manajemen per-haji-an dan per-umrah-an di Tanah Air. Di tengah merosotnya citra penyelenggaraan ibadah haji dan umrah akhir-akhir ini, lulusan Konsentrasi MHU diharapkan akan mampu ikut membenahi persoalan manajemen haji dan umrah dengan baik.

Hal itu dikemukakan Dekan FDK Dr Arief Subhan dalam perbincangan dengan UINJKT Online di ruang kerjanya, Kamis (13/8). ”Kami melihat bahwa saat ini belum ada sebuah perguruan tinggi Islam yang membuka konsentrasi manajemen haji dan umrah dan mengkajinya secara mendalam,” katanya.

Menurut dia, pembukaan Konsentrasi MHU merupakan kebutuhan untuk memperbaiki penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Indonesia. Hal ini mengingat bahwa persoalan manajemen haji dan umrah sangat kompleks dan tidak sederhana. Dalam penyelenggaraan haji ada beberapa manajemen yang perlu dipahami dan dilaksanakan secara profesional di antaranya yang menyangkut transportasi, akomodasi, dan konsumsi.

”Dari tahun ke tahun pelaksanaan manajemen tersebut banyak dikritik masyarakat karena sering amburadul,” katanya.

Konsentrasi MHU FDK mulai dibuka tahun akademik 2009/2010 ini. Jumlah mahasiswa yang diterima untuk angkatan pertama sebanyak 20 orang atau setara dengan satu kelas yang dijaring melalui seleksi Ujian Mandiri.

”Peminat Konsentrasi MHU sebetulnya tinggi. Namun, karena keterbatasan kelas, FDK hanya menerima satu kelas. Insya Allah ke depan akan diupayakan untuk ditambah,” jelas Arief.