Konferensi Internasional ICT Resmi Dibuka

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Konferensi internasional tentang teknologi komunikasi dan informatika bagi dunia Muslim 2016 resmi dibuka, Selasa (22/11/2016). Konferensi bertajuk The 2016 Internationl Conference on Information & Communication for the Muslim World (ICT4M 2016) ini diselenggarakan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Jakarta dan International Islamic University of Malaysia (IIUM).

Konferensi internasional tentang teknologi komunikasi dan informatika bagi dunia Muslim 2016 resmi dibuka, Selasa (22/11/2016). Konferensi bertajuk The 2016 Internationl Conference on Information & Communication for the Muslim World (ICT4M 2016) ini diselenggarakan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Jakarta dan International Islamic University of Malaysia (IIUM).

Gd. NICT, Berita UIN Online— Konferensi internasional tentang teknologi komunikasi dan informatika bagi dunia Muslim 2016 resmi dibuka, Selasa (22/11/2016). Konferensi bertajuk The 2016 Internationl Conference on Information & Communication for the Muslim World (ICT4M 2016) ini diselenggarakan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Jakarta dan International Islamic University of Malaysia (IIUM).

Pembukaan konferensi dilakukan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diany SH, M.Kn., MH. Turut membuka kegiatan Wakil Rektor Bidang Riset IIUM Prof. Dr. Mohamed Ridza Wahiddin DSc dan Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jakarta Dr. Fadhilah Suralaga M.Si. Kegiatan sendiri dihadiri sejumlah pakar, peneliti dan pengajar sains dan teknologi informasi sejumlah negara.

Dalam pembukaannya, Airin berharap konferensi bisa menstimulasi para peneliti sains dan teknologi informatika mencari jalan terbaik pemanfaatan teknologi informatika bagi kepentingan masyarakat, termasuk Indonesia. Menurutnya, pengembangan bidang ini sangat diperlukan menyusul karakter masyarakat dan kehidupan modern yang membutuhkan efisiensi dan efektifitas.

“Kami melihat, event ini penting bagi pengembangan Teknologi Informatika. Bidang yang tentu saja amat dibutuhkan dalam menghasilkan produk dan inovasi teknologi bagi terciptanya pelayanan publik lebih baik,”  ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wahiddin mengungkapkan, Indonesia dan Malaysia sudah seharusnya bekerja sama melakukan riset dan pengembangan teknologi. “Modernitas yang ditandai kebutuhan efisiensi dan efektifitas dalam segala sisi, mengandaikan kebutuhan atas inovasi sistem dan produk teknologi berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara Fadhilah berharap kegiatan konferensi tidak hanya sebatas seremonial melainkan mampu menghasilkan output bagi pengembangan teknologi informatika yang dibutuhkan masyarakat. “Dukungan teknologi informatika yang memadai mendorong kehidupan umat ke tingkat yang lebih layak,” paparnya.

ICT4M sendiri dilaksanakan selama tiga hari, Selasa-Kamis (22-24/11/2016). Kegiatan dihadiri sejumlah pakar seperti Peneliti dari Academy of Sciences Malaysia Dr Mohd. Azzman Sharifadeen yang mempresentasikan papernya ‘Building Sustainable Futures for the Ummah Under Digital Transformation’ dan Ketua Umum Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure Dr Rudi Lumanto yang mempresentasikan ‘Empowering Moslem World through ICT and its Security’. (usa/zm)