Komunitas Muslim Spanyol melakukan kunjungan ke UIN Jakarta dan menyelenggarakan kuliah umum bertema The Development of Islam in Andalusia di Gedung FAH, Rabu (11/05). Kuliah umum diharap memberikan wawasan bagi mahasiswa tentang pengalaman komunitas Muslim Spanyol mempertahankan identitasnya di tengah-tengah lingkungan non-Islam dan sekuler.

Komunitas Muslim Spanyol melakukan kunjungan ke UIN Jakarta dan menyelenggarakan kuliah umum bertema The Development of Islam in Andalusia di Gedung FAH, Rabu (11/05). Kuliah umum diharap memberikan wawasan bagi mahasiswa tentang pengalaman komunitas Muslim Spanyol mempertahankan identitasnya di tengah-tengah lingkungan non-Islam dan sekuler.

GD. FAH, BERITA UIN Online– Komunitas Muslim Spanyol melakukan kunjungan ke UIN Jakarta dan menyelenggarakan kuliah umum bertema The Development of Islam in Andalusia di Gedung FAH, Rabu (11/05). Kuliah umum diharap memberikan wawasan bagi mahasiswa tentang pengalaman komunitas Muslim Spanyol mempertahankan identitasnya di tengah-tengah lingkungan non-Islam dan sekuler.
Kuliah umum dibuka Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA dengan didampingi Wakil Dekan FAH Prof. Dr. Syukron Kamil MA. Sementara narasumber komunitas masing-masing yaitu Vice President of Foundacion Mezquita de Sevilla Ibrahim Luis H. Martinez, Director of VIIT AL-ANDALUSIA Muhsin Sierra, Director of the Great Mosque of Granada Bashir Castineira Gamo, dan Communidad Islamica on Espana Malik Abderrahman Ruiz.
Dalam paparannya, Ibrahim menjelaskan, komunitas Muslim di Spanyol kini merupakan minoritas. Kondisi ini jauh berbeda dibanding saat Spanyol masih merupakan wilayah kekuasaan Islam beberapa abad silam.
Sebagai kelompok minoritas, sambung Ibrahim, komunitas Islam acapkali menghadapi sejumlah tantangan dalam menegaskan identitasnya sebagai masyarakat beragama Islam. “Tantangan terkini adalah makin massifnya sekularisme,” kata dia.
Namun searah pertumbuhan demokrasi dan penghargaan atas hak-hak kebebasan sipil, komunitas Islam di Spanyol kini bisa bernafas lega. Kendati minoritas, negara memberikan perlindungan dan perlakuan yang sama seperti halnya kepada komunitas lain.

Kagumi UIN Jakarta
Di lain sisi, delegasi komunitas Muslim Spanyol mengaku apresiatif dengan perkembangan UIN Jakarta. Sebagai perguruan tinggi Islam, UIN Jakarta sangat terbuka untuk mengajarkan keilmuan umum, bahkan mahasiswa dengan latar belakang agama dan budaya berbeda.
“Kami terharu dan bangga bisa diterima berkunjung ke kampus ini. Mudah-mudahan ini menginspirasi kami, warga Muslim Spanyol,” kata Ibrahim, mewakili para rombongan.
Mewakili komunitas Muslim Spanyol, Ibrahim amat berharap komunitas Muslim bisa membangun kerjasama dengan UIN Jakarta berupa pemberian beasiswa bagi generasi muda Muslim Spanyol yang tertarik mempelajari Islam. Dengan corak keislaman Indonesia yang toleran dan modern, UIN Jakarta dinilai cocok sebagai tujuan mempelajari Islam dan ilmu pengetahuan.
Dalam sambutannya, rektor mempersilahkan mahasiswa dari negara-negara Barat yang tertarik mempelajari Islam untuk datang ke UIN Jakarta. Menurutnya, mereka bisa memanfaatkan beasiswa yang ditawarkan Kementerian Agama maupun UIN Jakarta sendiri. “Silahkan saja datang dan belajar di sini,” katanya.
Dengan mekanisme beasiswa, sambung Rektor, sudah lebih dari 300 orang mahasiswa asal berbagai negara Asia, Eropa, bahkan Amerika belajar di UIN Jakarta. “Bulan lalu, Australia juga sudah meminta UIN Jakarta menjadi universitas tujuan mahasiswanya mempelajari Islam,” tambahnya. (HMN)

Share This