Kiprah Muslim New Zealand Dipamerkan di UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, BERITA UIN Online–Bertempat di teras Ruang Diorama Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, Selasa (21/5/2013), UIN Jakarta bersama The Crescent Moon, sebuah lembaga nirlaba yang mengkaji tentang Islam di Asia berbasis di New Zealand,  memamerkan kehidupan dan peranan warga Muslim  New Zealand di Indonesia dalam bentuk photografi. Ini merupakan pameran pertama di luar New Zealand.

Dalam sejumlah foto yang dibingkai secara apik dan unik itu, sejumlah aktivitas dan kiprah Muslim Asia dan berbagai negara lain  yang menjadi (pernah) warga negara New Zealand dipotret dan direkam secara natural.

Di sana terdapat Mohammad Amir. Ia adalah ulama dan imam di masjid Kilbirnie, Wellington. Sehar-hari ia membimbing kajian teologi di New Zealand. “Islam adalah agama untuk di semua masa dan tempat,” katanya.

Sementara Thariq Asraf asal Pakistan, aktif sebagai Analis Kebijakan di Kementerian Pengembangan Ekonomi. Selain aktif di Perhimpunan Ahli Ekonimi dan Hukum, ia juga aktif di Perhimpunan Muslim Internasional New Zealand.

Menurutnya, Muslim dapat berkarya dan bekerja di mana saja, bahkan dapat melakukan dan memberikan yang terbaik bagi orang lain. “Sejarah menunjukkan, bahwa Muslim itu sebagai wara negara yang dapat berkontribusi dengan baik, bahkan yang terbaik dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan lain-lainnya,” ujarnya.

Hal serupa diakui Anjum Rahmana. Ibu dua anak kelahiran India ini berprofesi sebagai akuntan di kota Hamilton. Meski ia perempuan, aktivitasnya tak kalah dengan kaum laki-laki.  Ia pun mersa berbuat dengan baik di negara barunya itu, New Zealand.

“Banyak Muslimah yang mengalami kekerasan dan ketidaksamaan, serta ketidakpercayaan diri. Tapi, saya sebagai Muslimah dapat menunjukkankepada Muslimah lain, bahwa saya dapat menartikulasikan banyak hal dan merasa percaya diri,” akunya.

Pada acara ini dipamerkan pula asal petinju legendaris Mohammed Ali, yang kini jadi warga negara Amerika. Ia  adalah kelahiran dan besar di New Zealand, tepatnya di Kota Auckland.

Selain Rektor Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, para wakil rektor, dan sejumlah dekan, acara yang dihelat International Office UIN Jakarta ini, juga dihadiri Menteri Informasi dan Statistika New Zealand Maurice Williamson dan sejumlah pejabat Kedutaan Besar New Zealand untuk Indonesia, serta Ketua Dewan Persahabatan Indonesia-New Zealand Amris Hasan. (D Antariksa/ Saifuidin)