Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA membuka secara resmi Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) UIN Jakarta tahun 2016 di Auditorium Utama, Rabu (10/02). Sepanjang 2015, UIN Jakarta berhasil mencatatkan prosentase pencapaian IKU senilai 99.55%.

Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA membuka secara resmi Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) UIN Jakarta tahun 2016 di Auditorium Utama, Rabu (10/02). Sepanjang 2015, UIN Jakarta berhasil mencatatkan prosentase pencapaian IKU senilai 99.55%.

Auditorium Utama, BERITA UIN Online— UIN Jakarta berhasil mencatatkan prosentase pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 2015 senilai 99.55%. Prosentase ini dikontribusikan oleh kinerja kelembagaan UIN Jakarta pada tujuh sektor utama, yakni pendapatan PNBP BLU, pertumbuhan PNBP, akreditasi prodi, kualifikasi dosen, kualifikasi lulusan IPK 3.0, karya ilmiah, dan kepuasan layanan mahasiswa.

Demikian disampaikan Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA dalam paparan Laporan Kinerja 2015 UIN Jakarta pada Rapat Kerja Pimpinan 2016 di Auditorium Utama, Rabu (10/02). “Overall, melihat berbagai indikator pengukuran, ada progress yang cukup bagus dari kinerja kelembagaan UIN Jakarta,” ujarnya.

Untuk rasio pendapatan PNBP, misalnya, total yang diraih UIN Jakarta mencapai 33.91% atau Rp 148.24 miliar dari total biaya operasional UIN Jakarta Rp 437.12 miliar. Pencapaian rasio ini hanya sedikit berjarak dari target rasi pendapatan PNBP BLU 2015 sebesar 35% terhadap total biaya operasional (Rupiah Murni dan PNBP).

Dari sisi capaiannya, nilai PNBP Rp 148.24 miliar sepanjang 2015 lebih tinggi dibanding pencapaian angka serupa di tahun 2014. Pada tahun tersebut, nilai PNBP UIN Jakarta hanya mencapai Rp 133.40 miliar.

Di sisi akreditasi Prodi, capaian IKU 2015 yang ditarget mencapai skor 350 bisa dicapai 348 atau hanya terdapat selisih sebesar dua poin. Skor ini disumbangkan dari skor akreditasi Prodi Sarjana 348.25, Skor Akreditasi Prodi Magister 321.77, dan skor akreditasi Program S3 374.00.

Pada aspek kualifikasi dosen bergelar doktor pada IKU 2015 yang ditarget 26%, namun bisa dicapai lebih tinggi menjadi 29.41%. Dengan begitu, ada selisih prestasi 3.41%. “Ini melampaui target. Mudah-mudahan tahun ini (2016, red.) bisa mencapai 40%,” kata Rektor.

Untuk kualifikasi lulusan dengan IPK 3.00, dari target 70% atau 3.210 orang sarjana lulusan UIN beri-IPK 3.00 ke atas, UIN Jakarta berhasil mencatatkan sarjananya lulus dengan IPK di atas 3.00 sebanyak 4.064 orang. Artinya, dari total lulusan 4.599 sarjana, maka sarjana yang lulus dengan IPK 3.00 ke atas mencapai 88.37%.

“Sedangkan yang kurang dari IPK 3.00 sebanyak 535 mahasiswa atau 11.6% dari total lulusan. Dengan demikian, ada selisih prestasi senilai 18.30% dari target,” paparnya.

Di bidang karya ilmiah, publikasi artikel ilmiah dosen dimuat jurnal nasional-internasional terakreditasi mencapai 120 artikel dari target 158 artikel. Dengan jumlah ini, maka prosentase pencapaian target mencapai 75%.

Untuk indeks kepuasan layanan mahasiswa, UIN Jakarta berhasil meraih indeks kepuasan layanan senilai 3.27 atau lebih tinggi 0.27 dari target skor 3 IKU 2015. Pengukuran indeks kepuasan layanan diambil dari tiga sumber, yakni survei SPI 2.92, Biro Perencanaan dan Keuangan 3.82, dan EDOM AIS 3.07. “Sehingga didapat rerata 3.27 atau berpredikat amat baik,” papar Rektor lagi.

Dengan prosentase pencapaian sebesar demikian, Rektor mengapresiasi kinerja seluruh sivitas di berbagai lini tugas pekerjaannya. “Mudah-mudahan pencapaian prestasi bisa terus kita pertahankan, bahkan naikan lagi,” harapnya.

Sebagai informasi, IKU atau dikenal sebagai Key Performance Indicator/KPI merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur keberhasilan tujuan dan sasaran strategis organisasi. IKU bermanfaat untuk memperoleh informasi kinerja yang penting dan diperlukan dalam menyelenggarakan manajemen kinerja secara baik dan untuk memperoleh ukuran keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi yang digunakan bagi perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja. (sf/njs)

Share This