Ketua DPD: Demokrasi Indonesia Cacat

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung FISIP, BERITA UIN Onlie–Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Irman Gusman menyatakan, sistem demokrasi yang dianut Indonesia masih cacat. Alasannya, praktik demokrasi di Indonesia baru sebatas demokrasi prosedural, bukan demokrasi subtansial, sehingga terjadi kesenjangan keadilan sosial dan kesejahteraan.

“Secara kualitas demokrasi Indonesia masih ‘cacat’ karena prakteknya belum full democracy. Indeks tersebut dibawah Australia, Inggris, Korea Selatan, Jepang, Israel, India, Timus Leste dan Brazil,” ujar  Irman dalam Kuliah Umum bertajuk “Leadership in Politic”, di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UIN Jakarta, Selasa (3/9/2013).

Menurutnya, praktik demokrasi di Indonesia masih cacat lantaran kurangnya kualitas dasar demokrasi sebagai tonggak berdirinya demokrasi seutuhnya, seperti Pemilihan Umum (Pemilu), pluralisme, kebebasan sipil, fungsi pemerintahan (birokrasi), partisipasi politik dan budaya politik.

“Rendahnya kualitas variabel ini menyebabkan kualitas penyelenggaraan demokrasi masih jauh dari harapan reformasi 1998,” terang dia.

Ia menambahkan, sebagai negara yang telah memilih jalan demokrasi, tentunya rakyat berharap kemandirian, kemajuan, keadilan, dan kemakmuran. “Namun sayang, subtansi demokrasi belum meneyentuh aspek-aspek itu. Saat ini kita belum menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat secara politik dan ekonomi,” paparnya.

Karena itu, sambung dia, untuk memperbaiki demokrasi dapat dimulai dengan menjamin hak asasi manusia, persamaan kedudukan di depan hukum, kebebasan menyatakan pendapat dan berserikat, kebebasan pers dan keterbukaan pada akses ekonomi bagi semua kelompok masyarakat demi kesejahteraan bersama.

“Demokrasi adalah antitesa terhadap sistem pemerintahan otoriter dan sentralistik, karena dampak dari sistem tersebut adalah kesenjangan ekonomi dan kesenjangan antar wilayah,” kata peserta Konvensi calon presiden (Capres) Partai Demokrat.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan, ormas-ormas Islam dalam demokrasi turut menjadi pilar pemebnetukan masyarakat madani. “Ormas-ormas Islam sangat berkontribusi dalam demokrasi,” tandasnya.

Selain dihadiri Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat dan  Dekan FISIP Prof Dr Bakhtiar Effendi MA, acara ini juga dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsuddin, sejumlah dosen, dan mahasiswa. (D Antariksa/ Saifudin)