Ketika Satpam Berlatih Fisik di Kawasan Hutan Jati

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

KAWASAN wisata Kampung Jatimas, Subang, Jawa Barat, Minggu (15/5) dini hari, masih gelap. Udara dingin pun menusuk hingga ke sumsum tulang. Saat jarum jam menunjukkan pukul 02.00 WIB, sekitar 40 petugas satuan pengamanan (satpam) kampus UIN Jakarta, turun dari bus yang membawa mereka dari kampus ke lokasi pelatihan. Di titik yang berjarak sekitar satu kilometer menuju lokasi utama, mereka kemudian berjalan kaki seraya membentuk barisan sempurna.

Puluhan satpam yang sehari-hari bertugas di sejumlah unit gedung di kampus UIN Jakarta itu memperoleh pelatihan fisik (inhouse training). Mereka berlatih bukan saja untuk memperoleh pengetahuan dan ketangkasan cara-cara penanganan “musuh”, melainkan untuk membentuk kedisiplinan, karakter, loyalitas, serta integritas diri sebagai pengaman kampus.

Pelatihan digelar secara maraton sejak mulai Subuh hingga petang hari. Materi pelatihan meliputi persatuan baris berbaris (PBB), drill borgol, drill tongkat, dan bahkan sedikit seni bela diri. Untuk memperkuat ketahanan fisik, para satpam itu juga berlatih melalui arena fun game dan outbond di sebuah lapangan terbuka. Tim pelatih di antaranya berasal dari Badan SAR Nasional (Basarnas).

“Dalam pelatihan fisik ini, kita menginginkan satpam kampus UIN Jakarta memiliki keterampilan memadai dan lebih profesional. Sebab, satpam tak hanya sebagai juru parkir pada acara tertentu, tapi yang lebih utama adalah menjaga keamanan dan ketertiban di kampus,” ujar Pardiono SIP, Komandan Satpam.

Ia menyadari, untuk menjaga kawasan kampus yang luas, jumlah personil satpam saat ini dinilai masih belum memadai. Idealnya lebih dari 40 sehingga mampu meng-cover seluruh unit kerja dan setiap bagian di kampus UIN Jakarta. Selain itu, sebelum bertugas tenaga pegawai satpam juga perlu mendapat pelatihan atau pendidikan terlebih dahulu. Hal itu mengingat satpam memiliki multifungsi: sebagai pengatur lalu lintas (juru parkir), pengamanan, dan pelayanan informasi.

“Dari sekitar 40 jumlah satpam itu, hanya beberapa saja yang telah memperoleh keterampilan khusus,” jelas Pardiono. Karena itu pelatihan fisik dan mental di Kampung Jatimas ini merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki kinerja satpam.

Kampung Jatimas merupakan kawasan wisata alam. Lokasi seluas 10 hektar itu dinilai ideal, selain jauh dari kampus, udaranya pun cukup sejuk. Hampir di sekelilingnya dipenuhi tanaman pohon jati.

Sejak pagi buta atau selepas Subuh para satpam itu sudah harus berbaris di lapangan. Mereka mengikuti apel pembukaan yang dipimpin Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Bagian Umum Muhammad Yusuf SAg, mewakili Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Drs H Abd Shomad MA.

Dalam sambutannya Muhammad Yusuf menyatakan, sebagai pengaman kampus dan sekaligus pegawai UIN Jakarta, satpam diminta untuk tetap menjaga disiplin, dedikasi, dan loyalitas. Selain itu satpam juga diminta persuasif dalam penanganan masalah-masalah keamanan di kampus. “Kita berada di kampus Islam. Jadi, satpam hendaknya juga menjaga etika Islami dan citra positif kampus,” katanya mengutip pesan Kepala BAUK.

Seusai apel pembukaan, gelar latihan pun dimulai. Diawali dengan PBB untuk menanamkan kedisiplinan dan kesatuan. Setelah itu dilanjutkan dengan latihan drill tongkat, drill borgol, dan seni bela diri ringan. Di akhir kegiatan, mereka mendapatkan fun game dan outbond ringan, serta berenang bersama. (nanang syaikhu)