Kesenian Iran Positif bagi Indonesia

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Fakultas Ushuluddin, BERITA UIN Online– Untuk mengenalkan kesenian Islam kepada mahasiswa, Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Jakarta menggelar acara Festival Seni Iran pada Selasa, 25/09/12 di Ruang Teater lantai 4 FU.

“Iran adalah salah satu Republik Islam yang mempunyai peran besar dalam masa pemerintahan Abbasiyah, “ujar Pembatu Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof Dr Moh Matsna, MA dalam sambutannya di awal acara.

Menurutnya, Abbasiyah tidak akan menjadi kekhilafahan yang besar, tanpa sumbangsih Iran terhadap keilmuan dan kesenian. “Seni Iran bercorak Islami yang memberikan dampak positif terhadap Indonesia, sehingga kesenian Indonesia menjadi religius,”jelas Guru Besar Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) itu.

Sementara itu, Pembantu Dekan (Pudek) Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ushuluddin Prof Dr Masri Mansur MA penyelenggaraan Festival Seni Iran ini akan dapat diketahui bagaimana perspektif seni Iran. “Dengan adanya kegiatan ini, sangat produktif sekali untuk mengakrabkan mahasiswa dengan kesenian Islami.” Pungkasnya.

Dalam kesempatan ini Dubes Iran untuk RI Mahmud Farazandeh,  mengungkapkan, sekarang ini banyak sekali gerakan-gerakan keburukan yang merusak tatanan yang sudah dibangun, yaitu sebuah manifestasi kekerasan dan penyelewengan yang mengganggu kestabilitasan umum.

Contohnya, kata dia, kasus Salman Rusdie, dengan bukunya The Satanic Verses, ataupun film-film yang menghina umat antara satu dan lainnya yang memicu konflik dan perpecahan umat.

“Ini adalah kejelekan yang menghalangi menuju kesempurnaan. Gerakan apapun yang menghalangi Islam adalah keburukan,”katanya.

Ditegaskannya,  menyampaikan pesan melalui seni dan keindahan menjadi salah satu elemen yang membantu terwujudnya kebaikan dan mencegah keburukan. “Saling tukar pengalaman dan kebaikan adalah salah satu cara menuju kesempurnaan,”tandasnya.

Selain menggelar diskusi kesenian Indoensia dan Iran, dipamerkan pula kesenian Iran yang sebagian besar berupa kaligrafi islami di lantai dasar gedung Fakultas Ushuludin UIN Jakarta. (M. Furqon)