Kerja Sama PT Tak Hanya Berorientasi Benefit

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Irma Wahyuni

Ruang Sidang Utama, UINJKT OnlineKerja sama yang dikembangkan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) tak hanya berorientasi kepada benefit, tapi juga memasarkan potensi internal yang dimiliki PT. Kerja sama yang dikembangkan atas dasar mutual interest ini merupakan proses saling memberi dan menerima dalam spektrum yang terbuka.

Hal itu dikatakan perwakilan Direktur Perguruan Tinggi Islam Departemen Agama Dr Jayadi dalam workshop tentang pengembangan kerja sama PT di Ruang SidangUtama, (Kamis, 23/4). Pembicara dalam workshop adalah Kasubdit Kerjasama Perguruan Tinggi Nursamsiyah dan Direktur International Office Universitas Indonesia Dr Raphaela. Workshop diikuti oleh sejumlah pejabat di UIN Jakarta.

“Dengan memanfaatkan peluang dan kesempatan, lesson learned dan best practice dari PT dan lembaga mitra dapat diwujudkan,” ujarnya.

Workshop kerja sama, menurut Purek Bidang Pengembangan Kelembagaan Dr Sudarnoto Abdul Hakim, diharapkan dapat menghasilkan solusi untuk lebih mengoptimalkan kerja sama antara UIN Jakarta dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, workshop ini juga penting untuk memperjuangkan cita-cita UIN Jakarta menuju world class university pada lima atau 10 tahun mendatang.

Workshop ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dari Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama mengenai kebijakan pengembangan lembaga dan kerja sama. Di samping itu, juga untuk melihat best practice kerja sama internasional di UI dan optimalisasi kerja sama antara UIN Jakarta dengan Depdiknas dan Depag serta lembaga lain, di dalam dan di luar negeri.

 

 

 

Kerja Sama PT Tak Hanya Berorientasi Benefit

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Irma Wahyuni

Ruang Sidang Utama, UINJKT OnlineKerja sama yang dikembangkan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) tak hanya berorientasi kepada benefit, tapi juga memasarkan potensi internal yang dimiliki PT. Kerja sama yang dikembangkan atas dasar mutual interest ini merupakan proses saling memberi dan menerima dalam spektrum yang terbuka.

Hal itu dikatakan perwakilan Direktur Perguruan Tinggi Islam Departemen Agama Dr Jayadi dalam workshop tentang pengembangan kerja sama PT di Ruang SidangUtama, (Kamis, 23/4). Pembicara dalam workshop adalah Kasubdit Kerjasama Perguruan Tinggi Nursamsiyah dan Direktur International Office Universitas Indonesia Dr Raphaela. Workshop diikuti oleh sejumlah pejabat di UIN Jakarta.

“Dengan memanfaatkan peluang dan kesempatan, lesson learned dan best practice dari PT dan lembaga mitra dapat diwujudkan,” ujarnya.

Workshop kerja sama, menurut Purek Bidang Pengembangan Kelembagaan Dr Sudarnoto Abdul Hakim, diharapkan dapat menghasilkan solusi untuk lebih mengoptimalkan kerja sama antara UIN Jakarta dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, workshop ini juga penting untuk memperjuangkan cita-cita UIN Jakarta menuju world class university pada lima atau 10 tahun mendatang.

Workshop ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dari Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama mengenai kebijakan pengembangan lembaga dan kerja sama. Di samping itu, juga untuk melihat best practice kerja sama internasional di UI dan optimalisasi kerja sama antara UIN Jakarta dengan Depdiknas dan Depag serta lembaga lain, di dalam dan di luar negeri.