Kenali Diabetes Mellitus Sejak Dini

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Aula Madya, UINJKT Online Dokter dari Rumah Sakit Syarif Hidayatullah Deni Kriscahyono Sp Pd menghimbau agar sivitas akademika mengenali penyakit diabetes mellitus sejak dini. Hal itu penting sebab diabetes akan menyebabkan munculnya penyakit lain seperti stroke, buta, gagal ginjal, dan lainnya.

“Faktor yang mempengaruhi diabetes yaitu demografi seperti jumlah penduduk yang tinggi, urbanisasi, gaya hidup, pendapatan perkapita, sering makan fast food, pakai obat terlarang dan hidup santai,” ujar Deni dalam seminar kesehatan bertema Kenali Diabetes Sejak Dini, yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEMJ) Kesehatan Masyarakat di Aula Madya Senin (2/6).

Menurut Deni, kelompok yang berisiko tinggi akibat diabetes yaitu orang yang sudah berumur 40 tahun, kegemukan, riwayat diabetes mellitus dalam keluarga, hipertensi, dan gangguan toleransi glukosa.

Tanda-tanda diabetes lanjut Deni, sering kencing yang berlebihan dari yang biasanya, cepat lapar, sering haus, lemas, berat badan turun, gatal-gatal, mata kabur, impotensia, gatal di kemaluan wanita dan kesemutan.

Untuk mencegah diabetes mellitus Deni menganjurkan agar mengatur pola makan yang baik, gerak badan minimal seminggu 3-4 kali,  mendapat penyuluhan dari dokter agar jauh dari diabetes, dan sering periksa ke dokter.

Sementara itu, dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dr Sayid Ridho Sp Pd mengatakan menurut penelitian, orang Indonesia 1,5-2,3 persen pada usia kurang dari 15 tahun diperkirakan pada tahun 2020 mencapai 178 juta terkena penyakit diabetes tersebut, dan pada usia kurang dari 20 tahun, diperkirakan sekitar 4  persen atau 7 juta jiwa.  [Nif/Ed]

Kenali Diabetes Mellitus Sejak Dini

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Aula Madya, UINJKT Online Dokter dari Rumah Sakit Syarif Hidayatullah Deni Kriscahyono Sp Pd menghimbau agar sivitas akademika mengenali penyakit diabetes mellitus sejak dini. Hal itu penting sebab diabetes akan menyebabkan munculnya penyakit lain seperti stroke, buta, gagal ginjal, dan lainnya.

“Faktor yang mempengaruhi diabetes yaitu demografi seperti jumlah penduduk yang tinggi, urbanisasi, gaya hidup, pendapatan perkapita, sering makan fast food, pakai obat terlarang dan hidup santai,” ujar Deni dalam seminar kesehatan bertema Kenali Diabetes Sejak Dini, yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEMJ) Kesehatan Masyarakat di Aula Madya Senin (2/6).

Menurut Deni, kelompok yang berisiko tinggi akibat diabetes yaitu orang yang sudah berumur 40 tahun, kegemukan, riwayat diabetes mellitus dalam keluarga, hipertensi, dan gangguan toleransi glukosa.

Tanda-tanda diabetes lanjut Deni, sering kencing yang berlebihan dari yang biasanya, cepat lapar, sering haus, lemas, berat badan turun, gatal-gatal, mata kabur, impotensia, gatal di kemaluan wanita dan kesemutan.

Untuk mencegah diabetes mellitus Deni menganjurkan agar mengatur pola makan yang baik, gerak badan minimal seminggu 3-4 kali,  mendapat penyuluhan dari dokter agar jauh dari diabetes, dan sering periksa ke dokter.

Sementara itu, dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dr Sayid Ridho Sp Pd mengatakan menurut penelitian, orang Indonesia 1,5-2,3 persen pada usia kurang dari 15 tahun diperkirakan pada tahun 2020 mencapai 178 juta terkena penyakit diabetes tersebut, dan pada usia kurang dari 20 tahun, diperkirakan sekitar 4  persen atau 7 juta jiwa.  [Nif/Ed]