Kemeriahan Milad FST ke-7

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Pagi itu, Senin, (25/5) waktu masih menunjukkan pukul 06.00 WIB. Udara pagi masih segar dan mentari belum menunjukkan jati dirinya. Namun, pemandangan berbeda terlihat di gedung Fakultas Sains dan Teknologi UIN Jakarta. Kesibukan saat itu terlihat dengan mulai diadakannya briefing menyambut milad FST yang ke-7.

Betapa tidak, karena pada hari itu, FST kedatangan tamu istimewa yaitu Menteri Kehutanan Republik Indonesia MS Kaban yang berkunjung ke FST untuk menyampaikan Orasi Ilmiah bertema : Alih Fungsi Hutan dan Dampaknya Bagi Pembangunan Berkelanjutan dalam rangkaian acara “7th Saintek Anniversary” yang diadakan BEM FST UIN Jakarta.

“Persiapan terlihat sederhana karena Pak Menteri baru mengkonfirmasi kehadiran hari Jum’at (22/5) sore” ujar Ketua Pelaksana Faisal Alamsyah. Setelah mereka melakukan briefing, kesibukan terasa kembali. Setiap panitia mendapat job masing-masing.

Spanduk besar dan panggung utama disiapkan untuk pembukaan dan pemotongan tumpeng dan Theater Room (TR) lantai dua yang dijadikan lokasi Orasi Ilmiah Menteri Kehutanan RI dibenahi. “Seharusnya memang acara yang dihadiri pejabat menteri dilakukan di gedung Auditorium Utama, namun karena MS Kaban baru mengonfirmasi Jumat sore, sudah terlanjur didisposisikan rektorat di TR lantai dua,” ujar Faisal

Sekitar pukul 07.30 panggung dan spanduk utama telah mejeng dan terlihat gagah di tengah-tengah taman fakultas. TR pun terlihat apik dengan dua sofa panjang yang siap menjamu seorang menteri.

Pukul 08.30, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Dr Sophyansyah Jaya Putra telah hadir untuk membuka acara di panggung utama. Acara berlangsung meriah dihadiri kalangan sivitas akademika FST. Diawali dengan sambutan, Dekan berharap FST lebih maju ke depan dengan semangat keilmuan yang dimiliki.

Acara selanjutnya ialah pemotongan tumpeng. Dekan memotong tumpeng dan menyerahkan pertama kali ke Ketua BEM FST Arya Wiratman. Setelah pemotongan tumpeng dilanjutkan dengan pelepasan balon. “Ada sedikit insiden ketika gunting yang digunakan untuk memotong tumpeng tumpul tapi tidak mengurangi kemeriahan” ujar Faisal.

Setelah prosesi selesai, Dekan yang ditemani Pembantu Dekan Akademik Dr Agus Salim dan Pembantu Dekan Administrasi Keuangan dan Umum Ir Mudatsir bergegas menuju gedung rektorat untuk menyambut MS Kaban. Di ruang rektor telah menunggu Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat. Hal ini mengingat sesuai protokoler, setiap tamu penting yang hadir dijamu terlebih dahulu oleh Rektor di ruang rektor.

Menurut rencana, pukul 09.00 MS Kaban akan hadir. Namun, baru pukul 09.45 Pak Menteri menunjukkan batang hidungnya. Menhut langsung menuju ruang rektor di lantai dua untuk berdialog terlebih dahulu. Sekitar 30 menit kemudian, Menhut langsung meluncur menuju gedung FST.

Panitia telah menunggu, Menteri pun disambut hangat. Mahasiswa yang sudah memenuhi ruangan antusias menyambutnya. Dekan berbicara terlebih dahulu. Ia menceritakan secara singkat perjalanan FST selama tujuh tahun berdiri. “Dimulai dari tahun 2002 yang saat itu, kita belum memiliki gedung, kini FST terus membenahi fasilitas dan sarana prasarana yang mendukung kegiatan akademik, penelitian dan kemahasiswaan mahasiswa,” ujar Sophyansyah.

Setelah itu, MS Kaban pun akhirnya menyampaikan orasi ilmiahnya. Diawali dengan pujian terhadap BEM FST mengangkat tema yang istimewa. “Saya hadir di sini karena tema yang diangkat luar biasa. Saya berpikir mahasiswa bisa mengangkat tema yang menurut saya seharusnya diangkat kalangan ilmuan.” ujar Kaban

MS Kaban juga mengajak mahasiswa untuk turut berperan dalam memajukan bangsa dalam pembangunan yang berkelanjutan. “Saya agak risih melihat mahasiswa yang bisanya cuma demo. Lucunya, pernah saya ketemu perwakilan mahasiswa berdemo namun disertai data yang salah,” ujarnya.

Karena itu, MS Kaban juga mengapresiasi program kerja BEM FST yang melakukan Gerakan Penghijauan Kampus : Aksi Tanam dan Pelihara 100 Pohon di lingkungan kampus UIN Jakarta. “Salut saya dengan mahasiswa yang memiliki inisiatif seperti itu,” ujarnya.

Setelah Orasi Ilmiah, diadakan acara simbolisasi Gerakan Penghijauan Kampus tersebut. perwakilan Balai Pengelolaan DAS Ciliwung Departemen Kehutanan sebagai penyedia bibit pohon menyerahkan kepada Menhut dan Menhut menyerahkan bibit pohon kepada Dekan FST mewakili Rektor untuk ditanam.

Sebenarnya saat itu ada prosesi penanaman pohon, namun sayangnya karena kesibukan menteri yang padat tidak jadi. Meskipun demikian, akhirnya, kelelahan itu terbayar. Panitia tampak tersenyum melihat menteri meninggalkan lokasi. Meskipun berlangsung sederhana dan banyak kekurangan, acara puncak “7th Saintek Anniversary” itu  bisa dikategorikan sukses.

“Awalnya kami tidak mengira menteri datang. Dan kitapun sempat berburuk sangka Menteri membatalkan acara. Namun ternyata tidak, Keinginan mendatangkan menteri memeriahkan milad FST akhirnya terwujud” akunya bangga. [Lutfhi Destianto]

Kemeriahan Milad FST ke-7

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Pagi itu, Senin, (25/5) waktu masih menunjukkan pukul 06.00 WIB. Udara pagi masih segar dan mentari belum menunjukkan jati dirinya. Namun, pemandangan berbeda terlihat di gedung Fakultas Sains dan Teknologi UIN Jakarta. Kesibukan saat itu terlihat dengan mulai diadakannya briefing menyambut milad FST yang ke-7.

Betapa tidak, karena pada hari itu, FST kedatangan tamu istimewa yaitu Menteri Kehutanan Republik Indonesia MS Kaban yang berkunjung ke FST untuk menyampaikan Orasi Ilmiah bertema : Alih Fungsi Hutan dan Dampaknya Bagi Pembangunan Berkelanjutan dalam rangkaian acara “7th Saintek Anniversary” yang diadakan BEM FST UIN Jakarta.

“Persiapan terlihat sederhana karena Pak Menteri baru mengkonfirmasi kehadiran hari Jum’at (22/5) sore” ujar Ketua Pelaksana Faisal Alamsyah. Setelah mereka melakukan briefing, kesibukan terasa kembali. Setiap panitia mendapat job masing-masing.

Spanduk besar dan panggung utama disiapkan untuk pembukaan dan pemotongan tumpeng dan Theater Room (TR) lantai dua yang dijadikan lokasi Orasi Ilmiah Menteri Kehutanan RI dibenahi. “Seharusnya memang acara yang dihadiri pejabat menteri dilakukan di gedung Auditorium Utama, namun karena MS Kaban baru mengonfirmasi Jumat sore, sudah terlanjur didisposisikan rektorat di TR lantai dua,” ujar Faisal

Sekitar pukul 07.30 panggung dan spanduk utama telah mejeng dan terlihat gagah di tengah-tengah taman fakultas. TR pun terlihat apik dengan dua sofa panjang yang siap menjamu seorang menteri.

Pukul 08.30, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Dr Sophyansyah Jaya Putra telah hadir untuk membuka acara di panggung utama. Acara berlangsung meriah dihadiri kalangan sivitas akademika FST. Diawali dengan sambutan, Dekan berharap FST lebih maju ke depan dengan semangat keilmuan yang dimiliki.

Acara selanjutnya ialah pemotongan tumpeng. Dekan memotong tumpeng dan menyerahkan pertama kali ke Ketua BEM FST Arya Wiratman. Setelah pemotongan tumpeng dilanjutkan dengan pelepasan balon. “Ada sedikit insiden ketika gunting yang digunakan untuk memotong tumpeng tumpul tapi tidak mengurangi kemeriahan” ujar Faisal.

Setelah prosesi selesai, Dekan yang ditemani Pembantu Dekan Akademik Dr Agus Salim dan Pembantu Dekan Administrasi Keuangan dan Umum Ir Mudatsir bergegas menuju gedung rektorat untuk menyambut MS Kaban. Di ruang rektor telah menunggu Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat. Hal ini mengingat sesuai protokoler, setiap tamu penting yang hadir dijamu terlebih dahulu oleh Rektor di ruang rektor.

Menurut rencana, pukul 09.00 MS Kaban akan hadir. Namun, baru pukul 09.45 Pak Menteri menunjukkan batang hidungnya. Menhut langsung menuju ruang rektor di lantai dua untuk berdialog terlebih dahulu. Sekitar 30 menit kemudian, Menhut langsung meluncur menuju gedung FST.

Panitia telah menunggu, Menteri pun disambut hangat. Mahasiswa yang sudah memenuhi ruangan antusias menyambutnya. Dekan berbicara terlebih dahulu. Ia menceritakan secara singkat perjalanan FST selama tujuh tahun berdiri. “Dimulai dari tahun 2002 yang saat itu, kita belum memiliki gedung, kini FST terus membenahi fasilitas dan sarana prasarana yang mendukung kegiatan akademik, penelitian dan kemahasiswaan mahasiswa,” ujar Sophyansyah.

Setelah itu, MS Kaban pun akhirnya menyampaikan orasi ilmiahnya. Diawali dengan pujian terhadap BEM FST mengangkat tema yang istimewa. “Saya hadir di sini karena tema yang diangkat luar biasa. Saya berpikir mahasiswa bisa mengangkat tema yang menurut saya seharusnya diangkat kalangan ilmuan.” ujar Kaban

MS Kaban juga mengajak mahasiswa untuk turut berperan dalam memajukan bangsa dalam pembangunan yang berkelanjutan. “Saya agak risih melihat mahasiswa yang bisanya cuma demo. Lucunya, pernah saya ketemu perwakilan mahasiswa berdemo namun disertai data yang salah,” ujarnya.

Karena itu, MS Kaban juga mengapresiasi program kerja BEM FST yang melakukan Gerakan Penghijauan Kampus : Aksi Tanam dan Pelihara 100 Pohon di lingkungan kampus UIN Jakarta. “Salut saya dengan mahasiswa yang memiliki inisiatif seperti itu,” ujarnya.

Setelah Orasi Ilmiah, diadakan acara simbolisasi Gerakan Penghijauan Kampus tersebut. perwakilan Balai Pengelolaan DAS Ciliwung Departemen Kehutanan sebagai penyedia bibit pohon menyerahkan kepada Menhut dan Menhut menyerahkan bibit pohon kepada Dekan FST mewakili Rektor untuk ditanam.

Sebenarnya saat itu ada prosesi penanaman pohon, namun sayangnya karena kesibukan menteri yang padat tidak jadi. Meskipun demikian, akhirnya, kelelahan itu terbayar. Panitia tampak tersenyum melihat menteri meninggalkan lokasi. Meskipun berlangsung sederhana dan banyak kekurangan, acara puncak “7th Saintek Anniversary” itu  bisa dikategorikan sukses.

“Awalnya kami tidak mengira menteri datang. Dan kitapun sempat berburuk sangka Menteri membatalkan acara. Namun ternyata tidak, Keinginan mendatangkan menteri memeriahkan milad FST akhirnya terwujud” akunya bangga. [Lutfhi Destianto]