Ruang Rapat AUK, Berita UIN Online— Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Jakarta, Kelas Gender dan Anak Angkatan Tiga, menggelar diskusi pertemuan ke-tujuh. Acara yang mengusung tema Menjadi Remaja dengan Seksualitas Lurus, Sehat, dan Benar tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Biro AUK, Jumat (24/6).

Hadir sebagai narasumber Psikologi Klinis dari Pusat Layanan Psikologi (PLP) UIN Jakarta Siti Evangeline Imelda Suaidy M.P.si,serta diikuti oleh segenap pimpinan dan pengurus PSGA UIN Jakarta.

Dalam pemaparannya, Evangeline menyebutkan bahwa terdapat beberapa kebudayaan kita yang berbau seksualitas masihlah dianggap tabu oleh sebagian orang.Orangtua cenderung “risih” untuk membicarakan masalah seks dengan anaknya.

“Apabila tiba-tiba anak bertanya mengenai hal-hal berbau seks, reaksi pertama yang timbul adalah kaget, gelagapan, menghindar, atau justru memarahi anaknya karena telah bertanya hal yang tidak sopan,” paparnya.

Ditambahkannya, bahwa sesungguhnya anak tetap membutuhkan informasi tersebut, yang akibatnya banyak yang mencari informasi dari teman-teman, majalah, film porno, dan dari sumber lain yang mungkin saja bisa salah.

Masih menurut Evangeline, jika informasi mengenai seks tidak dikunci dengan pemahaman agama, maka anak tidak akan tahu bahwa hal tersebut belumlah pantas sesuai dengan usianya dan menjadi terus berkelanjutan. Bahkan bisa seperti ilustrasi contoh diatas. Pasalnya, yang perlu diajarkan adalah pendidikan seksualitas bukan pendidikan seks.

“Karena kata seksualitas meliputi totalitas pribadi, bagaimana mengarahkan apa yang dipikirkan, dirasa dan bereaksi. Berbudaya, bersosial dan berseksual. Sedangkan Kata Seks bermakna gender laki-laki dan perempuan atau hubungan kelamin,” jelasnya.

Sampai pada kesimpulan bahwa, anak perlu mendapatkan pengasuhan  seksualitas yang benar, sehat, dan lurus. Orangtua wajib memberi pemahaman bahwa seksualitas sesungguhnya bukanlah berarti aktifitas seks, tapi meliputi bagaimana seseorang berperilaku ,bersikap, memandang dirinya sendiri, dan mampu menjalin interaksi yang baik dengan orang-orang dilingkungannya. (sf/lrf)

Share This