Kemampuan Menulis Akademik di Indonesia Masih Rendah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Ruang Diorama, UIN Online –Kemampuan penulisan akademik di Indonesia masih rendah dan belum diakui dunia internasional. Hal ini disebabkan karena masyarakat Indonesia terlalu lama menjadi pembicara dan pendengar sehingga tidak mampu menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan dengan baik dan sistematis.

Hal itu diungkapkan dosen Sekolah Pascasarjana Studi Komunikasi FISIP UI, Dr Freddy K Kalidjernih, dalam seminar dan lokakarya (semiloka) bertajuk “Prinsip dan Praktik dalam Penulisan Akademik” di Ruang Diorama, Rabu (2/6). Semiloka yang dihadiri sejumlah dosen ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis dalam berbagai bidang karya ilmiah.  

“Selain itu kurangnya kebiasaan membaca, terutama karya ilmiah, dan banyaknya pelajaran menulis yang cenderung deskriptif sewaktu menempuh pendidikan menengah, juga ikut andil dalam kesulitan menuangkan tulisan kritis dalam bentuk argumentatif,” ujar Freddy.

Penulisan akademik, menurut dia, yaitu suatu bentuk penulisan seperti layaknya penulisan ilmiah. Bedanya, dalam penulisan akademik sangat memperhatikan prinsip-prinsip baku dalam karya ilmiah, seperti bahasa, paragraf, logika, sistematika, dan  format  penulisan akademik atau ilmiah. Freddy berharap melalui semiloka ini peserta  dapat meningkatkan kemampuan penulisan secara akademik tidak hanya bagi cendekiawan, dosen, sarjana, tetapi juga mahasiswa yang sedang belajar, sehingga dapat mengantarkan kampus menuju universitas top dunia.

Ia juga menambahkan, banyak membaca tentang studi kritis maupun karya ilmiah lainnya serta melatih keterampilan menulis argumentatif  sesering mungkin dapat meningkatkan kemampuan penulisan akademik. Karena dengan menulis argumentatif ada tuntutan untuk berpikir kreatif dan kritis dalam menuangkan gagasan serta menambah pemahaman bagaimana cara menulis akademik dengan baiki.

“Hanya dengan latihan menulis yang serius, terarah, dan sesuai kaidah penulisan akademik seorang penulis dapat mempublikasikan apa yang telah dituliskan dengan baik sehingga bermanfaat pagi pembacanya,” ujarnya.

Kemampuan Menulis Akademik di Indonesia Masih Rendah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Ruang Diorama, UIN Online –Kemampuan penulisan akademik di Indonesia masih rendah dan belum diakui dunia internasional. Hal ini disebabkan karena masyarakat Indonesia terlalu lama menjadi pembicara dan pendengar sehingga tidak mampu menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan dengan baik dan sistematis.

Hal itu diungkapkan dosen Sekolah Pascasarjana Studi Komunikasi FISIP UI, Dr Freddy K Kalidjernih, dalam seminar dan lokakarya (semiloka) bertajuk “Prinsip dan Praktik dalam Penulisan Akademik” di Ruang Diorama, Rabu (2/6). Semiloka yang dihadiri sejumlah dosen ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis dalam berbagai bidang karya ilmiah.  

“Selain itu kurangnya kebiasaan membaca, terutama karya ilmiah, dan banyaknya pelajaran menulis yang cenderung deskriptif sewaktu menempuh pendidikan menengah, juga ikut andil dalam kesulitan menuangkan tulisan kritis dalam bentuk argumentatif,” ujar Freddy.

Penulisan akademik, menurut dia, yaitu suatu bentuk penulisan seperti layaknya penulisan ilmiah. Bedanya, dalam penulisan akademik sangat memperhatikan prinsip-prinsip baku dalam karya ilmiah, seperti bahasa, paragraf, logika, sistematika, dan  format  penulisan akademik atau ilmiah. Freddy berharap melalui semiloka ini peserta  dapat meningkatkan kemampuan penulisan secara akademik tidak hanya bagi cendekiawan, dosen, sarjana, tetapi juga mahasiswa yang sedang belajar, sehingga dapat mengantarkan kampus menuju universitas top dunia.

Ia juga menambahkan, banyak membaca tentang studi kritis maupun karya ilmiah lainnya serta melatih keterampilan menulis argumentatif  sesering mungkin dapat meningkatkan kemampuan penulisan akademik. Karena dengan menulis argumentatif ada tuntutan untuk berpikir kreatif dan kritis dalam menuangkan gagasan serta menambah pemahaman bagaimana cara menulis akademik dengan baiki.

“Hanya dengan latihan menulis yang serius, terarah, dan sesuai kaidah penulisan akademik seorang penulis dapat mempublikasikan apa yang telah dituliskan dengan baik sehingga bermanfaat pagi pembacanya,” ujarnya.