Kehidupan Gay Perlu Dihargai

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Gedung FDK, UINJKT Online – Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan Komisi Nasioanal Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Yosep Adi Prasetyo mengatakan, kelompok Lesbian Gay Bisexual and Transgendered (LGBT) sering mengalami deskriminasi baik di lingkungan keluarga maupun di masyarakat. Umumnya mereka sering dimanfaatkan, terlebih pada masa pemilu saat ini. 

“Padahal Gay juga memiliki kemampuan seperti perancang busana. Dan salah satu prinsip HAM yaitu kesetaraan. Namun terkadang sering dipandang salah oleh masyarakat,” kata Yosep dalam seminar dan bedah buku, Biarkan Aku Memilih: Pengakuan Jujur Seorang Gay yang Coming Out yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM J) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) kerja sama dengan Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci) di Ruang Teater, Kamis (28/5).  

Sementara aktfis Aliansi Kebangsaan Muhammad Guntur Romli mengatakan, meskipun seseorang menerima keberagaman agama namun belum nentu menerima adanya kehidupan Gay. Baginya, kehidupan Gay sama seperti manusia pada umumnya, hanya dalam seksualitas yang berbeda.

Kehidupan Gay Perlu Dihargai

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Gedung FDK, UINJKT Online – Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan Komisi Nasioanal Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Yosep Adi Prasetyo mengatakan, kelompok Lesbian Gay Bisexual and Transgendered (LGBT) sering mengalami deskriminasi baik di lingkungan keluarga maupun di masyarakat. Umumnya mereka sering dimanfaatkan, terlebih pada masa pemilu saat ini. 

“Padahal Gay juga memiliki kemampuan seperti perancang busana. Dan salah satu prinsip HAM yaitu kesetaraan. Namun terkadang sering dipandang salah oleh masyarakat,” kata Yosep dalam seminar dan bedah buku, Biarkan Aku Memilih: Pengakuan Jujur Seorang Gay yang Coming Out yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM J) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) kerja sama dengan Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci) di Ruang Teater, Kamis (28/5).  

Sementara aktfis Aliansi Kebangsaan Muhammad Guntur Romli mengatakan, meskipun seseorang menerima keberagaman agama namun belum nentu menerima adanya kehidupan Gay. Baginya, kehidupan Gay sama seperti manusia pada umumnya, hanya dalam seksualitas yang berbeda.