Kartu KTP Elektronik Lebih Efisien

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Marisha Arianti Agustin, Arintika Asharrani, Samsul Arifin

Aula Student Center, BERITA UIN – KTP elektronik (E-KTP) merupakan revolusi dari bentuk KTP yang biasa dikenal masyarakat umum. E-KTP bersifat efisien, mudah diakses dan multifungsi yaitu dapat menyimpan rekaman sidik jari, biodata, foto dan tanda tangan penduduk yang disimpan dalam chip yang ada di E-KTP tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Sugiharto dalam acara Sosialisasi dan Dialog Publik bertema “Urgensi Pengadaan E-KTP di Indonesia, Upaya Meningkatkan Pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil” yang diselenggarakan Aliansi Mahasiswa UIN Jakarta bekerja sama dengan Sehati Nusantara di Aula Student Center, Selasa (7/6).

E-KTP memungkinkan masyarakat tidak memiliki KTP ganda. Selain itu, E-KTP tidak dapat dipalsukan karena data sudah tersimpan dalam arsip kependudukan. Pembuatan E-KTP ini dikenakan biaya Rp 35.000 untuk periode  2011-2012, sedangkan untuk tahun berikutnya dikenangan biaya Rp 23.000.

Menurut Sugiharto, jika dibandingkan dengan Malaysia yang berpenduduk 27 juta jiwa, pembuatan E-KTP bisa butuh waktu sekitar delapan tahun. Sementara Indonesia menargetkan dapat selesai dalam jangka waktu kurang dari dua tahun untuk 172 juta penduduk. Pelaksanaannya akan dimulai dari Agustus 2011 sampai akhir 2012.

Manfaat E-KTP yaitu data penduduk yang tersimpan terjamin akurasinya. Selain itu dalam E-KTP tersedia data Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilu 2014. “Untuk ke depannya, E-KTP juga berfungsi sebagai kartu nomor pokok wajib pajak atau NPWP maupun kartu Asuransi Kesehatan (Askes),” jelas Sugiharto.