Kapolsek CiputatGedung Rektorat, BERITA UIN Online– Berseragam lengkap dan didampingi dua orang ajudan, Kapolsek baru Ciputat AKP Tatang Syarif menyambangi Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA di ruang kerjanya, Gedung Rektorat lantai 2, Rabu (8/6/16).

Sebagai Kapolsek baru Ciputat, Tatang merasa perlu melanjutkan tali silaturahmi yang sudah terjalin oleh Kapolsek sebelumnya.

“Kami perlu bersilaturahim ke UIN Jakarta, sebab tanah Mapolsek yang kita tempati masih merupakan bagian dari tanah UIN Jakarta,” ujar Tatang yang salah satu anaknya menjadi mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta tersebut.

Selain itu, lanjut Tatang, UIN Jakarta sering mengadakan kegiatan-kegiatan besar, seperti wisuda sarjana, kedatangan tokoh-tokoh penting baik nasional maupun internasional.

“Kita bantu untuk menjaga keamanan dan ketertiban kegiatan tersebut dan kita juga ingin mendengar masukan dari Rektor UIN Jakarta,” imbuhnya.

Rektor yang didampingi Warek III Prof Dr Yusron Razak, Warek IV Prof Dr Murodi MA dan Kepala Pusat Bisnis Dr Abd Rozak MA mengatakan sivitas akademik kampus UIN Jakarta sangat plural, sehingga perlu bantuan keamanan dari Polsek Ciputat.

“50% mahasiswa tinggal di sekitar sini dan selebihnya mereka pulang pergi. Kita perlu bantuan Polsek Ciputat untuk keamanan mereka di sini, terutama yang tinggal di kos-kosan,” ujar Dede.

Ditambah lagi, sambung Dede, selama ini UIN Jakarta dianggap menjadi penyebab terjadinya kemacetan di Jl Ir H Juanda karena banyaknya mahasiswa yang menyeberang.

Untuk meminimalisir kemacetan, Dede meminta Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang ada di dekat komplek UIN Jakarta untuk dipindahkan.

“Saya sudah sampaikan ke Walikota Tangerang Selatan Airin Rahmi untuk memindahkan JPO ke depan UIN Jakarta,” terangnya sambil melanjutkan “Kita juga sedang memikirkan rencana membangun JPO bawah tanah khusus sivitas akademik UIN Jakarta, dari hall gedung Tarbiyah sampai seberang jalan.”

Pada kesempatan yang sama, Warek IV Murodi menyampaikan perlunya dipasang lampu merah di perempatan Kampung Utan dan Kerta Mukti. Menurutnya, penempatan lampu merah di pertigaan Kompas justeru menyebabkan kemacetan panjang.

“Dari pada mubazir, lebih baik lampu merahnya di tempatkan di perempatan Kampung Hutan saja, karena terjadinya kemacetan bukan karena UIN Jakarta saja, tapi jalannya banyak yang ditutup,” tegas Murodi.

Untuk JPO, lanjut Murodi, kalau perlu dibuat seperti di Pondok Indah. “JPO tapi ada kafe atau warteg untuk nongkrong dan makan,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Tatang berjanji akan menindaklanjuti beberapa masukan dari UIN Jakarta.

“Kita akan tindaklanjuti dengan membuat surat untuk rekayasa lalu lintas. Terkait JPO, kita akan sampaikan laporannya ke Pemda, karena perlu diadakan survey terlebih dahulu,” paparnya. (mf)

Share This