Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat memberikan ceramah halal bi halal di depan sivitas akademika UIN Jakarta di Auditorium Harun Nasution, Jumat (16/7).

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat memberikan ceramah halal bi halal di depan sivitas akademika UIN Jakarta di Auditorium Harun Nasution, Jumat (15/7).

GUBERNUR Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Kang Aher pada Jumat (15/7) lalu datang ke kampus UIN Jakarta. Ia diundang untuk memberikan ceramah pada acara halal bi halal dan silaturahmi Idul Fitri 1437 H bersama warga sivitas akademika UIN Jakarta.

Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat itu tentu saja disambut hangat oleh warga sivitas akademika yang sejak pukul 08.00 sudah memenuhi ruangan Auditorium Harun Nasution, tempat digelarnya acara silaturahmi. Kang Aher sendiri baru tiba di kampus UIN Jakarta pukul 08.30 dengan menggunakan kendaraan dinas Toyota Alphard berplat D 1001 PN. Ia ditemani sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) provinsi serta pengawalan polisi, yang mengawalnya sejak dari Bandung.

Setibanya di gedung Rektorat, gubernur Jawa Barat dua periode itu langsung disambut Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada serta Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Kang Aher tak langsung menuju Auditorium melainkan singgah dulu di ruang Rektor lantai 2 gedung Rektorat. Selang setengah jam, Kang Aher lalu menuju tempat acara dan memberikan ceramah selama sekitar satu jam.

Seusai berceramah, Kang Aher, yang disebut Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada sebagai santri itu, kemudian beramah-tamah dengan pimpinan UIN Jakarta di ruang Uni Club sembari menikmati hidangan khas lebaran, ketupat dan opor ayam. Sejuruh kemudian, ia melayani sejumlah wartawan, termasuk BERITA UIN Online untuk wawancara di acara konferensi pers di ruang Prosesi Wisuda Guru Besar.

Sekitar pukul 11.15 dan mendekati waktu shalat Jumat, seusai melayani wartawan Kang Aher tak langsung pulang. Ia terlebih dahulu memilih untuk shalat Jumat di kampus, tepatnya di Masjid Al-Jamiah di kompleks Student Center, bersama warga sivitas akademika. “Sepertinya saya betah di kampus nih,” cletuk Kang Aher seraya menuju masjid ditemani Rektor Prof Dr Dede Rosyada dan Wakil Rektor Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerja Sama Prof Dr Murodi.

Selepas shalat Jumat, Kang Aher rupanya masih betah di kampus. Bahkan ia sempat meluangkan waktu untuk diajak foto bersama oleh sejumlah jamaah masjid yang memintanya. Saat difoto, Kang Aher pun tak segan-segan bergaya dengan mengangkat tangan dan menunjukkan jempolnya seraya menebar senyum.

 Diiringi sejumlah ajudannya, sekitar pukul 13.00 Kang Aher bersama Rektor lantas kembali menuju gedung Rektorat. Pulang? Ternyata tidak. Ia malah mengajak Rektor untuk melihat lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat di kampus 2 yang saat ini digunakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Tanah tersebut sengaja dihibahkan Pemprov Jabar kepada UIN Jakarta demi kepentingan pendidikan. Sebelum dihibahkan, di atas lahan seluas 1 hektar itu berdiri sebuah bangunan yang dijadikan sebagai kantor penghubung Pemprov Jabar di Jakarta. Dulu, tanah dan bangunan tersebut dikenal sebagai “Wisma Kertamukti”.

Selama di kawasan kampus FISIP, Kang Aher mendapatkan penjelasan dari Rektor perihal tanah dan bangunan tersebut. Barulah setelah itu, Kang Aher pun lalu pamit dan kembali ke kantornya di Bandung.

Dalam catatan BERITA UIN Online, dibandingkan dengan beberapa gubernur lain yang pernah datang ke kampus UIN Jakarta, Kang Aher boleh dibilang gubernur terlama berada di kampus. Tercatat selama di kampus UIN Jakarta ia betah hingga hampir lima jam. Gubernur lain yang pernah lama berkunjung adalah Ratu Atut Chosiyah tahun 2007. Gubernur Banten itu berada di kampus selama sekitar tiga jam. Disusul Gebernur DKI Jakarta Joko Widodo (2013) dan Gubernur Banten Rano Karno (April 2016) yang masing-masing hanya betah sekitar dua jam.

Kunjungan Gubernur Ratu Atut Chosiyah dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kini Presiden RI) ke kampus UIN Jakarta waktu itu untuk memberikan ceramah halal bi halal. Sedangkan Gubernur Banten Rano Karno untuk memberikan pembekalan kepada para calon peserta kuliah kerja nyata (KKN). (ns)

Share This