Kalacitra-Kolekan Selenggarakan Kajian Kebudayaan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Gedung FAH, UIN Online – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kalacitra bekerjasama dengan Komunitas Lesehan Kebudayaan (Kolekan), Selasa (1/9), mengadakan kajian bertema kebudayaan. Seperti diskursus seni dan estetika, seni dalam realisme sosialis, dan nilai estetika dalam seni visual.

“Kegiatan ini bertujuan mengingat masih minimnya pemahaman mahasiswa makna kebudayaan. Itu harus dibenarkan,” kata koordianator Faiz Ade Faizal saat ditemui UIN Online di loby Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Selasa (1/9).
 
Menurutnya, kebudayaan tidak hanya sebatas pada lukisan, tapi juga yang sudah lama melekat pada Indonesia. Seperti budaya seni tari, dan budaya adat. “Itu perlu dilestarikan, karena kebudayaan menandakan ciri dari bangsa yang bersangkutan dan terdapat kearifan,” ujar mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) FSH semester VII itu.
 
Faiz berharap, dengan kegiatan ini mahasiswa dapat membentuk kesadaran lokal yang dapat menjaga kebudayaan Indonesai. Indonesai, lanjutnya, juga memiliki kebudayaan yang harus dihargai.

Kegiatan sedianya akan berlangsung dari 31 Agustus hingga 10 September mendatang, juga mengadakan pameran lukisan, pameran foto, dan bazar buku bertempat di loby FSH.[]

Kalacitra-Kolekan Selenggarakan Kajian Kebudayaan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Gedung FAH, UIN Online – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kalacitra bekerjasama dengan Komunitas Lesehan Kebudayaan (Kolekan), Selasa (1/9), mengadakan kajian bertema kebudayaan. Seperti diskursus seni dan estetika, seni dalam realisme sosialis, dan nilai estetika dalam seni visual.

“Kegiatan ini bertujuan mengingat masih minimnya pemahaman mahasiswa makna kebudayaan. Itu harus dibenarkan,” kata koordianator Faiz Ade Faizal saat ditemui UIN Online di loby Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Selasa (1/9).
 
Menurutnya, kebudayaan tidak hanya sebatas pada lukisan, tapi juga yang sudah lama melekat pada Indonesia. Seperti budaya seni tari, dan budaya adat. “Itu perlu dilestarikan, karena kebudayaan menandakan ciri dari bangsa yang bersangkutan dan terdapat kearifan,” ujar mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) FSH semester VII itu.
 
Faiz berharap, dengan kegiatan ini mahasiswa dapat membentuk kesadaran lokal yang dapat menjaga kebudayaan Indonesai. Indonesai, lanjutnya, juga memiliki kebudayaan yang harus dihargai.

Kegiatan sedianya akan berlangsung dari 31 Agustus hingga 10 September mendatang, juga mengadakan pameran lukisan, pameran foto, dan bazar buku bertempat di loby FSH.[]