Kajur PPI: Kami Ajarkan Mahasiswa Jadi Pemikir Bukan Praktisi Politik

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Gedung FUF, UINJKT Online – Di tengah memanasnya suhu politik Indonesia menjelang Pilpres pada Juli mendatang, Kepala Jurusan (Kajur) Pemikiran Politik Islam (PPI) Drs Agus Darmaji MFil berharap PPI UIN Jakarta mampu melahirkan para pemikir politik yang menjadikan Islam sebagai landasan berpikir dan tidak terjebak dalam pragmatisme. Hal itu dikatakannya saat ditemui UINJKT Online di ruang kerjanya, Selasa (19/5).


”Jurusan PPI tidak mengajarkan mahasiswa terjun ke dalam politik praktis. Di sini kami hanya  mengajarkan bagaimana mereka menjadi seorang pemikir politik dengan berlandaskan Islam,” katanya.

Namun, lanjutnya, hal itu tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang tertarik terjun ke dalam politik praktis. ”Hanya pesan kami, mereka harus tetap menjaga budaya  pemikiran keislamannya dan tidak melakukan persaingan politik tidak sehat,” ujarnya.

Menanggapi akan dipindahkannya jurusan PPI dari Fakultas Usuluddin dan Filsafat (FUF) ke Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP), Darmaji berharap hal itu dapat memperbaiki kualitas jurusan PPI ke depan.

”Saya berharap dengan pindahnya PPI dari FUF ke FISIP, PPI bisa lebih fokus dalam pemikiran politiknya dengan tetap mempertahankan kurikulum keislamannya karena itu adalah ciri khas UIN Jakarta,” harapnya.  [Nif/Ed]

Kajur PPI: Kami Ajarkan Mahasiswa Jadi Pemikir Bukan Praktisi Politik

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Gedung FUF, UINJKT Online – Di tengah memanasnya suhu politik Indonesia menjelang Pilpres pada Juli mendatang, Kepala Jurusan (Kajur) Pemikiran Politik Islam (PPI) Drs Agus Darmaji MFil berharap PPI UIN Jakarta mampu melahirkan para pemikir politik yang menjadikan Islam sebagai landasan berpikir dan tidak terjebak dalam pragmatisme. Hal itu dikatakannya saat ditemui UINJKT Online di ruang kerjanya, Selasa (19/5).


”Jurusan PPI tidak mengajarkan mahasiswa terjun ke dalam politik praktis. Di sini kami hanya  mengajarkan bagaimana mereka menjadi seorang pemikir politik dengan berlandaskan Islam,” katanya.

Namun, lanjutnya, hal itu tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang tertarik terjun ke dalam politik praktis. ”Hanya pesan kami, mereka harus tetap menjaga budaya  pemikiran keislamannya dan tidak melakukan persaingan politik tidak sehat,” ujarnya.

Menanggapi akan dipindahkannya jurusan PPI dari Fakultas Usuluddin dan Filsafat (FUF) ke Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP), Darmaji berharap hal itu dapat memperbaiki kualitas jurusan PPI ke depan.

”Saya berharap dengan pindahnya PPI dari FUF ke FISIP, PPI bisa lebih fokus dalam pemikiran politiknya dengan tetap mempertahankan kurikulum keislamannya karena itu adalah ciri khas UIN Jakarta,” harapnya.  [Nif/Ed]