Kajian Islam Asia Tenggara: UIN Jakarta Undang Akademisi Hadiri Konferensi Internasional

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gd. Rektorat, BERITA UIN Online– UIN Jakarta mengundang para akademisi nasional-global untuk menyajikan makalah penelitiannya dalam konferensi akademik internasional bertajuk “Southeast Asian Islam: Promoting Moderate Understanding of Islam” di Jakarta, Kamis-Jumat 8-9 Oktober 2015. Konferensi akan menitikberatkan pengkajian tentang Islam Indonesia maupun Asia Tenggara dengan karakteristiknya yang berbeda dari Islam yang berkembang di negara-negara Arab.

Data panitia konferensi internasional mencatat, akademisi yang tertarik bisa memilih dua sub tema, yaitu Indonesian Islam and its Significance in Southeast Asia and the Muslim World dan Opportunities and Challenges in Globalizing Southeast Asian Islam. Para akademisi peminat juga bisa menyajikan karyanya sesuai latar belakang keilmuan masing-masing, baik antropologi, sosiologi, sejarah, politik, psikologi, pendidikan, hukum, ekonomi maupun sains.

Untuk pendaftaran, para akademisi bisa mendaftarkan diri terlebih dahulu dengan mengirimkan abstrak makalah paling lambat 15 Juli 2015. Notifikasi penerimaan makalah dilakukan pada 8 Agustus 2015 dan konfirmasi pengirim makalah yang bisa mempresentasikan karyanya pada 22 Agustus 2015. Seluruh naskah yang akan dipresentasikan sudah harus diterima panitia per 15 September 2015.

Untuk teknis keikutsertaan, abstrak yang dikirimkan kepada panitia tidak lebih dari 300 kata dengan dilampiri riwayat hidup pendaftar dan dikirimkan melalui internationalconf@uinjkt.ac.id. Untuk kepentingan informasi acara, peserta bisa menghubungi +6281324306918 dan +6281314633028 dan website http://icsai.uinjkt.ac.id.

Selain itu, kegiatan konferensi ini akan diisi presentasi para cendekiawan muslim Indonesia maupun Indonesianis dari berbagai perguruan tinggi dunia. Diantaranya Prof Dr Greg Barton dari Monash University, Prof Dr Leonard Andaya dari University of Hawaii, Prof Dr Kamarulzaman Askandar dari University Malaysia Sabah, Prof Dr Azyumardi Azra MA dan Prof Dr Masykuri Abdillah dari UIN Jakarta, dan Prof Dr Noorhaidi Hasan dari UIN Yogyakarta. (Zaenal Muttaqin)