Jurusan Perbankan Syariah UIN Jakarta Kian Bersinar

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

 

Gedung FSH, UINJKT Online – Prospek Perbankan Syariah saat ini dan ke depan cukup menjanjikan, bahkan, Bank Indonesia (BI) mensinyalir dalam jangka sepuluh tahun ke depan dunia perbankan syariah membutuhkan tidak kurang dari sepuluh ribu tenaga kerja lulusan Perbankan Syariah. Tantangan dan peluang tersebut secara apik ditangkap Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta. Beberapa tahun terakhir, jurusan terfavorit di FSH ini, kian memantapkan pengembangan dan peningkatan mutu akademiknya.

 

Beberapa terobosan yang dilakukan Jurusan Perbankan Syariah yaitu meningkatkan kualitas dosen, menyediakan laboratorium bank mini, dan memberikan matrikulasi bagi mahasiswa baik yang berasal dari pesantren maupun dari sekolah umum sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Selain itu, Jurusan Perbankan Syariah juga menjalin kerjasama dengan Universitas Sains Islam Malaysia, Universitas Malaysia (UM), dan sejumlah Bank Syariah.

 

Langkah tersebut diyakini penting untuk meningkatkan akselerasi akademik Perbankan Syariah UIN Jakarta dengan dunia akademik global. Di samping itu, untuk menghindari mismatch antara perguruan tinggi dengan dunia kerja, Jurusan Perbankan Syariah juga menjalin kerjasama dengan bursa kerja perusahaan Karim Duta Griya Sarana (Karim DGS). Melalui perusahaan ini, banyak alumni Perbankan Syariah UIN Jakarta yang telah ditempatkan di hampir semua bank dan perusahaan asuransi syariah. Di anataranya adalah di Bank Muamalat, Bank DKI, Bank BTN, Bank Danamon, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), Baitul Mal wa Tamil (BMT) dan sebagainya.

 

Menurut Kepala Jurusan Perbankan Syariah Euis Amalia MAg, hampir 80 persen lulusan Perbankan Syariah telah berhasil ditempatkan di instansi-instansi yang membutuhkan tenaga dari jurusan tersebut. Namun, yang terpenting, tambahnya, bagaimana alumni Perbankan  Syariah ini mampu menjadi seorang enterpreuner. “Dalam kaitannya dengan hal ini, kami melatih mahasiswa dengan memberikann tugas untuk membuat usaha sendiri dengan modal yang dihasilkan dari masing-masing anggota kelompok,” ujarnya.

 

Namun, Euis melanjutkan, selain mengembangkan Jurusan Perbankan Syariah, FSH juga mengembangkan program studi ekonomi Islam lainnya, seperti Takaful atau Asuransi Islam dan Manajemen Zakat dan Wakaf. “Jurusan tersebut tak kalah prospektif dibanding Perbankan Syariah, karena itu preferensi masyarakat juga harus mulai meluas, jangan melulu Perbankan Syariah,” tegasnya.

 

Penegasan tersebut wajar, sebab, kini sebagian besar peminat ekonomi Islam menjatuhkan pilihannya di Perbankan Syariah. Tahun ini saja, jumlah peminatnya mencapai ribuan, sementara yang diterima hanya lima kelas yang masing-masing kelasnya terisi 40 mahasiswa. Hal ini jauh berbeda dengan Prodi ekonomi Islam lainnya yang hanya menyediakan satu kelas, itu pun terdiri dari  34-35 orang.

 

Ke depan, dengan kian booming-nya ekonomi Islam, semoga saja jurusan lainnya ikut kebagian berkahnya. (Nif/Ed)

Jurusan Perbankan Syariah UIN Jakarta Kian Bersinar

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

 

Gedung FSH, UINJKT Online – Prospek Perbankan Syariah saat ini dan ke depan cukup menjanjikan, bahkan, Bank Indonesia (BI) mensinyalir dalam jangka sepuluh tahun ke depan dunia perbankan syariah membutuhkan tidak kurang dari sepuluh ribu tenaga kerja lulusan Perbankan Syariah. Tantangan dan peluang tersebut secara apik ditangkap Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta. Beberapa tahun terakhir, jurusan terfavorit di FSH ini, kian memantapkan pengembangan dan peningkatan mutu akademiknya.

 

Beberapa terobosan yang dilakukan Jurusan Perbankan Syariah yaitu meningkatkan kualitas dosen, menyediakan laboratorium bank mini, dan memberikan matrikulasi bagi mahasiswa baik yang berasal dari pesantren maupun dari sekolah umum sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Selain itu, Jurusan Perbankan Syariah juga menjalin kerjasama dengan Universitas Sains Islam Malaysia, Universitas Malaysia (UM), dan sejumlah Bank Syariah.

 

Langkah tersebut diyakini penting untuk meningkatkan akselerasi akademik Perbankan Syariah UIN Jakarta dengan dunia akademik global. Di samping itu, untuk menghindari mismatch antara perguruan tinggi dengan dunia kerja, Jurusan Perbankan Syariah juga menjalin kerjasama dengan bursa kerja perusahaan Karim Duta Griya Sarana (Karim DGS). Melalui perusahaan ini, banyak alumni Perbankan Syariah UIN Jakarta yang telah ditempatkan di hampir semua bank dan perusahaan asuransi syariah. Di anataranya adalah di Bank Muamalat, Bank DKI, Bank BTN, Bank Danamon, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), Baitul Mal wa Tamil (BMT) dan sebagainya.

 

Menurut Kepala Jurusan Perbankan Syariah Euis Amalia MAg, hampir 80 persen lulusan Perbankan Syariah telah berhasil ditempatkan di instansi-instansi yang membutuhkan tenaga dari jurusan tersebut. Namun, yang terpenting, tambahnya, bagaimana alumni Perbankan  Syariah ini mampu menjadi seorang enterpreuner. “Dalam kaitannya dengan hal ini, kami melatih mahasiswa dengan memberikann tugas untuk membuat usaha sendiri dengan modal yang dihasilkan dari masing-masing anggota kelompok,” ujarnya.

 

Namun, Euis melanjutkan, selain mengembangkan Jurusan Perbankan Syariah, FSH juga mengembangkan program studi ekonomi Islam lainnya, seperti Takaful atau Asuransi Islam dan Manajemen Zakat dan Wakaf. “Jurusan tersebut tak kalah prospektif dibanding Perbankan Syariah, karena itu preferensi masyarakat juga harus mulai meluas, jangan melulu Perbankan Syariah,” tegasnya.

 

Penegasan tersebut wajar, sebab, kini sebagian besar peminat ekonomi Islam menjatuhkan pilihannya di Perbankan Syariah. Tahun ini saja, jumlah peminatnya mencapai ribuan, sementara yang diterima hanya lima kelas yang masing-masing kelasnya terisi 40 mahasiswa. Hal ini jauh berbeda dengan Prodi ekonomi Islam lainnya yang hanya menyediakan satu kelas, itu pun terdiri dari  34-35 orang.

 

Ke depan, dengan kian booming-nya ekonomi Islam, semoga saja jurusan lainnya ikut kebagian berkahnya. (Nif/Ed)