Jurnalistik Lebih Mengutamakan Praktik daripada Teori

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Akhwani Subkhi

Aula Madya, UINJKT Online – Produser Eksekutif Liputan 6 SCTV Mauludin Anwar mengatakan, dalam dunia jurnalistik penguasaan praktik lapangan lebih utama daripada pelatihan atau teori. Menurut dia praktik lapangan lebih menentukan dalam membentuk jurnalis handal dan berkualitas. ”Jurnalistik itu mengutamakan pengalaman,” katanya saat menjadi narasumber talk show jurnalistik bertema Kupas Tuntas Metode Jurnalis yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), di Aula Madya, Senin (18/5).

Mauludin menjelaskan, teori-teori jurnalistik di antaranya juga berasal dari pengalaman lapangan yang diperoleh seorang jurnalis ketika menjalankan tugasnya. Dalam menjalankan tugas, kata dia, seorang jurnalis jangan terpaku pada teori saja melainkan harus melakukan improvisasi karena pada saat di lapangan ada hal yang tidak sesuai dengan teori yang didapat.

Menurut dia sebuah berita atau tulisan memiliki fungsi sangat penting karena melalui berita seseorang bisa mengetahui peristiwa masa lalu atau yang jauh dari lingkungan sekitarnya. ”Dalam kehidupan kita berita itu sangat penting karena yang paling dibutuhkan dalam hidup ini adalah informasi,” tegasnya. Sehingga seorang jurnalis, ia melanjutkan, harus memberitakan  peristiwa yang diperlukan masyarakat.

Lahan bagi calon wartawan sangat terbuka bagi alumni fakultas atau jurusan apapun termasuk alumni FAH. Menurut dia alumni FAH ketika menjadi jurnalis memiliki keunggulan yang jarang dimiliki jurnalis lain berasal dari fakultas lainnya yaitu mampu menguasai bahasa Arab. ”Jurnalis yang bisa berbahasa Arab masih sangat minim,”  tegasnya. [Nif/Ed]

Jurnalistik Lebih Mengutamakan Praktik daripada Teori

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Akhwani Subkhi

Aula Madya, UINJKT Online – Produser Eksekutif Liputan 6 SCTV Mauludin Anwar mengatakan, dalam dunia jurnalistik penguasaan praktik lapangan lebih utama daripada pelatihan atau teori. Menurut dia praktik lapangan lebih menentukan dalam membentuk jurnalis handal dan berkualitas. ”Jurnalistik itu mengutamakan pengalaman,” katanya saat menjadi narasumber talk show jurnalistik bertema Kupas Tuntas Metode Jurnalis yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), di Aula Madya, Senin (18/5).

Mauludin menjelaskan, teori-teori jurnalistik di antaranya juga berasal dari pengalaman lapangan yang diperoleh seorang jurnalis ketika menjalankan tugasnya. Dalam menjalankan tugas, kata dia, seorang jurnalis jangan terpaku pada teori saja melainkan harus melakukan improvisasi karena pada saat di lapangan ada hal yang tidak sesuai dengan teori yang didapat.

Menurut dia sebuah berita atau tulisan memiliki fungsi sangat penting karena melalui berita seseorang bisa mengetahui peristiwa masa lalu atau yang jauh dari lingkungan sekitarnya. ”Dalam kehidupan kita berita itu sangat penting karena yang paling dibutuhkan dalam hidup ini adalah informasi,” tegasnya. Sehingga seorang jurnalis, ia melanjutkan, harus memberitakan  peristiwa yang diperlukan masyarakat.

Lahan bagi calon wartawan sangat terbuka bagi alumni fakultas atau jurusan apapun termasuk alumni FAH. Menurut dia alumni FAH ketika menjadi jurnalis memiliki keunggulan yang jarang dimiliki jurnalis lain berasal dari fakultas lainnya yaitu mampu menguasai bahasa Arab. ”Jurnalis yang bisa berbahasa Arab masih sangat minim,”  tegasnya. [Nif/Ed]