Jurnal “Madzhab Islam Ciputat” Terbit Kembali

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Syahida Inn, BERITA UIN Online –Setelah sekian lama tidak terbit, jurnal ilmiah bergengsi Ulum al-Qur’an (UQ) kembali diterbitkan. Acara relaunching itu digelar bersamaan dengan seminar bertajuk “Perkembangan Partai Politik di Indonesia: Kartel dan Ideologis” oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta di  Auditorium Syahida Inn UIN Jakarta, Kamis (26/4).

Peluncuran  Jurnal Ulum al- Qur’an dilakukan secara langsung oleh inspirator dan pelopor  Jurnal Ulum al-Qur’an, Prof. Dr. Dawam  Rahardjo, dan disaksikan oleh Rektor Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, pengamat politik Fachry Ali, MA, Dekan FISIP Prof. Dr. Bakhtiar Effendy, dan sejumlah tamu undangan.

Sebelum terbit kembali, jurnal ini telah mati suri sejak tahun 1998. Pimpinan Umum Jurnal Ulum al-Qur’an, Hadi Mulyo, MSc, mengungkapkan,  pada awal terbitnya, menjelang dasawarsa terakhir abad 20 yang lalu, tepatnya sekitar April 1989, jurnal tersebut dimaksudkan untuk menjadi wahana mengapresiasi dan menghimpun kecenderungan wacana perkembangan pemikiran Islam, terutama di Indonesia pada waktu itu antara lain gagasan reaktualisasi pemikiran Islam dari Munawir Sjadzali, Islamisasi ilmu dari Ismail R. al-Faruqi, pembaharuan pemikiran Islam dari Fazlur Rahman, dan kajian Islam tentang kecenderungan masa depan dari Ziauddin Sardar.

“Nah, ketika sekarang, setelah lebih dari dua dasawarsa sejak Ulum al-Qur’an terbit, dan setelah mati suri sejak 1998, justru bersamaan dengan perkembangan masa reformasi, pertanyaan mengapa dan apa urgensi terbitnya kembali Ulum al-Qur’an memang perlu dijelaskan. Diantaranya untuk mennumbuhkan kembali intelektualisme Islam,” katanya.

Peluncuran Ulum al-Qur’an sengaja dilakukan dalam rangka 70 tahun Pimpinan Redaksi Jurnal UQ, Prof. Dr. Dawam Raharjo. “Yang pasti Alqur’an itu sumber ilmu pengetahuan dan budaya yang mengemban visi misi Islam dan pengetahuan dan misi Ulum al-Qur’an ini selaras dengan Alquran,”imbuh Prof. Dawam.

Ia menambahkan, Ulum al-Qur’an sebenarnya merupakan manivestasi dan wajah dari Islam madzhab Ciputat. “Kalau saya boleh bilang, Ulum al-Qur’an itu wajah dari intelektual Islam madzhab Ciputat, tanpa menafikan teman-teman, seperti Syafi’i Anwar dari UI dan Haidar Bagir dari ITB,” tandasnya.

Rektor dalam sambutannya menyatakan, ciri khas sivitas akademik UIN Jakarta itu terletak pada intelektualisme Islamnya. Lantaran itu pula, dari kampus ini banyak melahirkan intelektual Islam dalam berbagai bidang.

“Dari dulu kita senang diskui tentang tema-tema pemikiran, pembaharuan, keilmuan Islam. Di sini tempatnya kalau mau mengasah intelektualime Islam. Kita tidak punya tradisi demonstrasi,”ujarnya.

Jurnal Ulum al-Qur’an edisi teranyar ini berajuk utama “Peta Perpolitikan Indonesia.” Mottonya pun berubah dari “Jurnal Ilmu dan Peradaban” menjadi “Jurnal Ilmu dan Kebudayaan.” (Furqan)