Jumlah Investor Indonesia Masih Menyedihkan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter: Nur Fitriyani

Aula Madya, BERITA UIN Online – Jumlah investor Indonesia masih sangat menyedihkan. Dari sekitar 230 juta penduduk Indonesia, hanya  kurang dari 400 ribu orang yang menjadi investor di pasar modal. Sebagian besar investasi pasar modal masih didominasi oleh investor asing.

Fakta tersebut dikemukakan Taufik Rachman, Divisi Pemasaran Bursa Efek Indonesia, dalam workshop bertema “Smart and Prospect Investing in Capital Market” yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) beker jasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Aula Madya, Sabtu (12/11).

“Sedikitnya jumlah investor Indonesia dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat tentang pasar modal yang masih sangat kurang. Hal ini disebabkan informasi terkait masalah pasar modal belum maksimal sampai ke masyarakat,” kata Taufik Rachman.

Taufik menjelaskan, untuk menyosialisasikan mengenai dunia pasar modal, BEI telah melakukan berbagai upaya. Antara lain dengan menyediakan Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) di kota-kota besar di Indonesia. Selain itu, BEI juga mengadakan program Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan secara gratis. Bagi yang berminat bisa mendaftarkan diri secara langsung melalui website BEI.

“Tidak hanya itu, BEI juga telah masuk ke kampus-kampus dengan mendirikan pojok BEI. Ada sekitar 60 kampus yang telah memiliki pojok BEI. Pendirian Pojok BEI ini dimaksudkan untuk mengenalkan Pasar Modal sejak dini dalam dunia akademis. Dengan begitu diharapkan sivitas akademika tidak hanya mengenal Pasar Modal dari sisi teori saja akan tetapi dapat langsung melakukan praktik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Pendidikan IPS Drs Nurochim pada sambutan pembukaan  mengatakan, pengetahuan dini mengenai Pasar Modal sangat penting bagi mahasiswa. Tidak hanya menjadi bekal untuk mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS FITK yang nanti akan menjadi pengajar, tetapi juga mahasiswa yang tertarik untuk menjadi investor dan bermain di Pasar Modal.