Jenderal Gatot Nurmantyo: Islam Bisa Bangkit dari Kampus ini

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kehadiran Jenderal Gatot Nurmantyo disambut meriah oleh para mahasiswa

Kehadiran Jenderal Gatot Nurmantyo disambut meriah oleh para mahasiswa


BERITA UIN Online - Kehadiran Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo ke UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta Selasa, (29/11/2016) disambut dengan gegap gempita oleh civitas akademika UIN Jakarta. Di lorong menuju Auditorium Harun Nasution, sekitar 500 mahasiswa sudah berdiri berderet menjemput Sang Jenderal.

“Saya optimis peradaban Islam akan bangkit dari kampus ini, UIN Jakarta,” ujar Jenderal Gatot mengawali pidatonnya. Pernyataan Jenderal Gatot disambut dengan tepuk tangan sekitar 3000 orang yang hadir.

Jenderal Gatot Nurmantyo, namanya melambung ketika aksi 411 yang digelar umat Islam di Masjid Istiqlal. Melambungnya nama Gatot Nurmantyo ini terkait pernyataan-pernyataannya terkait aksi tersebut.

Pernyataan Jenderal Gatot di acara Mata Najwa Metro TV, Rabu (2/11/2016), cukup mencengangkan.

“Kalau tentara sudah turun tangan, berarti skalanya berbeda nih. Apakah skalanya berbeda yang unjuk rasa besok?” tanya Najwa Shihab kepada Jenderal Gatot pada acara Mata Najwa bertema Menjaga Bhinneka tersebut.

Dengan cukup lugas, jenderal kelahiran Tegal, 13 Maret 1960 itu menjawab: “Dalam konteks ini mari kita berpikiran positif. Bahwa yang akan melaksanakan demo itu adalah saudara-saudara kita sebangsa se-Tanah Air. Mereka kata Kiai Abdul Muti tadi, tidak punya tempat di Mata Najwa. Sehingga mereka di jalan raya, ke Istana (Negara). Jadi kita berpikiran positif. “

Jawaban Jenderal Gatot cukup mencengangkan nara sumber yang lain dan tentu skakmat bagi Najwa. Nara sumber yang lain, yang waktu itu hadir; Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Pernyataan “tidak punya tempat di Mata Najwa” itulah yang dipahami para pegiat sosmed, para netizen sebagai hantaman balik pada program yang disiarkan Metro TV tersebut.

Dan jawaban Jenderal Gatot berikutnya pun cukup membuat teduh umat Islam yang hendak melakukan aksi 411. “”Kemudian kita mengawal, TNI turun BKO (bantuan kendali operasi) kepolisian, kita mengawal agar saudara yang menyampaikan aspirasinya itu tercapai. Dengan tenang tertib, menyampaikan sehingga mereka mematuhi aturan yang disampaikan Pak Kapolri,” ungkap Jenderal Gatot.

Pernyataan Jenderal Gatot seakan memberi keteduhan bagi para peserta aksi 411 ketika para pejabat elit polisi, di berbagai berita menghardik para peserta aksi 411.